Breaking

JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN 'CEGAH PENYEBARAN COVID-19'
https://www.mediawawasan.com/p/roller-coaster-script-by-javascript.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.mediawawasan.com/p/blog-page.html
COVID-19 DI INDONESIA Klik!
https://www.mediawawasan.com/p/coronavirus-adalah-kumpulan-virus-yang.html
COVID-19 DI SUMATERA BARAT Klik!
https://www.mediawawasan.com/p/covid-19-di-sumbar.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Tuesday, June 16, 2020

DPC LI-BAPAN Laporkan Dugaan Adanya Aroma Korupsi Pembangunan Jalan Rigit Beton


MWawasan - Lampung Timur  - Pembangunan yang di danai Pemerintah melalui APBD seharusnya berguna bagi masyarakat, yang mana pembangunan tersebut memiliki kualitas dan kuantitas yang cukup baik.

Namun nyatanya pekerjaan rigit beton sepanjang 500 meter tahun 2018, yang berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur ini sangat memperhatinkan.


Dugaan sementara tim penerima pekerjaan bersekongkol dengan pihak ke-3 atau pelaksana pekerjaan, disinyalir pekerjaan tidak sesuai dengan bestek sehingga kontruksi jalan rigit beton tidak sesuai dengan kontrak kerja, baik volume dan kualitas bahan material, sehingga muncul dugaan adanya aroma Korupsi yang ditutup-tutupi oleh Dinas PUPR Lampung Timur.

Dengan berjalannya waktu rigit beton tersebut seharusnya masih dalam kondisi baik, mengingat besarnya dana yang di glontarkan oleh APBD cukup besar, baik dana perencanaan, dana pengawasan serta pemeliharaan.

Untuk itu kami dari Lembaga Investigasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (LI-BAPAN) DPC Lampung Timur memohon kepada pihak Penegak Hukum untuk menyikapi dan menindak lanjuti semua laporan adanya dugaan tindak pidana Korupsi atas laporan-laporan dari Lembaga Kontrol Sosial yang ada di Lampung Timur.

Jangan sampai menguatkan dugaan masyarakat bahwa Oknum Penegak Hukum ikut serta bermain dalam lingkaran Korupsi di Dinas PUPR dan Dinas-dinas lainnya, sehingga mencederai sumpah jabatan dan profesi sebagai penegak hukum, terlebih menghianati amanah masyarakat dengan cara memeti
Eskan laporan-laporan terkait dugaan Korupsi, dengan salah satu caranya adalah menghilangkan berkas laporan, atau lamban dalam menangani dan menyikapi laporan dari masyarakat atau Lembaga Control Sosial yang konsisten selalu mempercayakan penangan dugaan korupsi kepada penegak hukum.
  
Karena selama ini adanya sifat apatis dalam penanganan laporan Tindak Pidana Korupsi di Lampung Timur seolah-olah mengaminkan atau ada sikap pembiaran untuk tetap tumbuh suburnya peluang korupsi oleh pejabat Negara atau pemangku kebijakan.

Sehingga dengan peluang dan sikap apatis tersebut para pemangku kewenangan tidak perlu merasa takut untuk merampok keuangan daerah Lampung Timur yang sejatinya sudah cukup memadai untuk mendanai pembangunan infrastruktur atau pembangunan pra struktur yang berpihak pada masyarakat Lampung Timur.(*)

No comments:

Post a Comment