Breaking

JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN 'CEGAH PENYEBARAN COVID-19'
https://www.mediawawasan.com/p/roller-coaster-script-by-javascript.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.mediawawasan.com/p/blog-page.html
COVID-19 DI INDONESIA Klik!
https://www.mediawawasan.com/p/coronavirus-adalah-kumpulan-virus-yang.html
COVID-19 DI SUMATERA BARAT Klik!
https://www.mediawawasan.com/p/covid-19-di-sumbar.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Tuesday, November 17, 2020

Gempa Berkekutan 6,3 SR Guncang Padang,Peserta MTQ Nasional Berhamburan Keluar


MWawasan,Padang(Sumbar) ~ Pelaksaaan penyisihan musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) XXVIII/2020 di Kota Padang Sumatera Barat di hari ketiga sempat di guncang gempa dan membuat para peserta berhamburan keluar ruangan saat gempa yang berkekuatan 6,3 magnitudo pada selasa (17/11) pagi sekitar pukul 08.44 wib.

Namun demikian tidak ada korban jiwa dlalam insiden ini meski getaran yang dirasakan cukup kuat oleh para peserta.


Selain itu Hal ini mulai cukup menegangkan bagi kafilah Jawa Barat.selain adanya gempa bumi yang mengguncang Kota Padang dan selain iti ada juga nsiden peserta Fahmil Quran (cerdas cermat) yang telat memasuki arena lomba hingga terancam didiskualifikasi. 


Meski demikian, para peserta tetap dapat melewatinya dengan baik, dan tetap konsentrasi. Bahkan, untuk Fahmil Quran putra berhasil membukukan nilai tertinggi


Berdasarkan informasi yang diperoleh,gempa terjadi sekitar pukul 08.45 Wib. Saat itu kafilah sudah menyebar ke venue perlombaan. Di antaranya cabang Tilawah Quran  golongan anak M Ihsan Ramadhan ke Masjid El Hakim, Eneng Robiatul Adawiyah Qiraat Sab'ah Mujawwad ke Masjid Raya Sumatera Barat, Hikmatul Mufidah Cabang Qiraat Sab'ah Murottal Remaja ke Masjid Nurul Iman. 


Menurut ofcial Tilawah Deny Rusmadia, gempa terjadi ketika Hikmatul telah berlaga. Saat itu penonton berhamburan menuju titik kumpul. Sementara Hikmatul terlihat tanpa merasakan adanya guncangan di bawah 10 detik ketika gempa terjadi.


"Hikmat tampak biasa saja tetap melanjutkan tugasnya pad Qiraat Sab'ah Murottal remaja. Mungkin anaknya saking fokus dan konsentrasi gempa pun tak terasa, tapi orang-orang yang nonton pada lari," ujar Deny


Sementara itu di venue Fahmil Quran tim putra kafilah Jabar  M. Alfarizi Darmawan, Refa mughni Labib, Rizki Nurul Hadi Mulyana sempat membuat jajaran kafilah Jabar cemas. Pasalnya mereka belum hadir di Auditorium Universitas Negeri Padang jelang waktu zuhur saat itu. Padahal, perlombaan akan segera dimulai. Kedua grup lawan sudah bersedia di masing-masing meja peserta.


Salah seorang oficial lawan tampak tidak sabar lagi dan sempat mengusulkan untuk melakukan diskualifikasi terhadap regu Fahmil Quran Jabar. Namun saat itu Dewan Hakim menyebut bahwa keputusan tersebut bukan kewenangan Dewan Hakim. 


Alhasil panitia meminta peserta yang lain untuk bersabar. Namun hal itu lagi-lagi ditimpali oficial lawan mengenai batas waktu tunggu tim Jabar


Saat itu kafilah yang hadir seperti Barnas Adjidin Ketua II dan III Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jawa Barat Barnas Adjidin dan Badruzzaman tampak tegang. Berselang beberapa menit kemudian trio pemuda Jabar itu akhirnya tiba di venue dan menempati meja regu B, raut wajah mereka pun mengendur.


Dewan Hakim pun meminta pengamat dari peserta regu B untuk menjelaskan alasan mereka terlambat ke venue. Kepada Dewan Hakim, pembina menjelaskan bahwa mereka mendapat informasi dari panitia bahwa tim Jabar berlaga setelah dhuhur. Mereka yang sudah tiba di venue pukul 08.00 pagi memutuskan untuk kembali ke hotel. 


Usai mendengar penjelasan, Dewan Hakim bergegas memulai lomba tersebut. 


Menariknya, di tengah kondisi terburu-buru menuju venue tim yang dipimpin oleh Alfarizi itu tampil memukau. Mereka mendominasi jalannya perlombaan. Sebagian besar pertanyaan paket maupun lontaran mereka jawab sehingga raihan nilai mereka melampaui jauh kedua rivalnya saat itu yaitu 1.460 poin dan berhak melaju ke babak selanjutnya


Di sisi lain, penampilan trio syarhil Quran putri Jabar memukau. Indah Nuryani, Malika Zahra, dan Siti Nuraeni Salisah saat itu membawakan tema patriotisme dalam Islam. Dengan berbalut gamis coklat susu, rompi tile putih dan make up sederhana mereka tampil percaya diri dan kompak. 


Materi yang disampaikan begitu padat dan berbobot. Sesekali mereka mengajak interaksi dengan penonton sehingga mengundang tepuk tangan penonton. Dalam waktu kurang dari 20 menit mereka menutup syarhil atau pidato saat itu dengan mulus. 


Deny, yang juga memantau syarhil Quran saat itu mengatakan, Jabar berpeluang menang dalam ketiga cabang lomba tersebut. Untuk sementara peserta dari Jabar menduduki peringkat pertama enam cabang lomba. Namun mereka tidak lantas puas karena penyisihan belum tuntas. 


"Siapa yang akan masuk ke babak selanjutnya maupun final itu bisa dilihat Rabu malam nanti itu kita bakal tahu siapa saja yang masuk final di hari Kamis nanti," kata Deny. 


Adapun enam cabang lomba tersebut di antaranya Tafsir Al Quran Bahasa Indonesia purta dan putri, Kaligrafi dekorasi putra dan putri, Tilawah Quran Cacat netra putri, Tahfizh 20 juz putri, Tilawah putra remaja.


#MEP/PR/***

No comments:

Post a Comment

BOFET HARAPAN PERI Jl. SAMUDRA No 1 KOMP. PUJASERA PANTAI PADANG
Selamat Datang diSemoga Anda Puas