Breaking

JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN 'CEGAH PENYEBARAN COVID-19'
https://www.mediawawasan.com/p/roller-coaster-script-by-javascript.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.mediawawasan.com/p/blog-page.html
COVID-19 DI INDONESIA Klik!
https://www.mediawawasan.com/p/coronavirus-adalah-kumpulan-virus-yang.html
COVID-19 DI SUMATERA BARAT Klik!
https://www.mediawawasan.com/p/covid-19-di-sumbar.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Saturday, May 2, 2020

FPII Rokan Hulu Minta Penegak Hukum Usut Tuntas Dugaan Penipuan Nasabah BRI


MWawasan, Rohul (RIAU)~ Warga Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, itulah pepatah mengatakan. Dimana dia  salah satu nasabah BRI yang merasa kena tipu namun hingga saat ini belum kunjung ada jawaban pasti dari pihak BRI.

Apes nian nasib RM (48 thn), warga Desa Pasir Jaya Rambah Hilir ini, pasalnya Ia kehilangan uang dalam tabungannya dan menjadi Korban dugaan penipuan dari WEB BANKING, KODE OTP & NO. KARTU ATM? Kepada wartawan, Senin (27/4/20) korban menuturkan kronologis kejadiannya bahwa Korban pernah ditelpon oleh OTK beberapa hari lalu dan penipu itu berhasil menjebak dan memperdaya Korban, hingga korban mengalami kerugian materi sebesar Rp.29,9 juta raib dari tabungan BRI nya.

"Tanggal 5/4/20 kira- kira jam 14.30 wib Saya ditelpon orang yang tidak Saya kenal dan mengaku dari BRI Pusat Jakarta, awalnya saya tak percaya dan menganggap itu penipu tapi saya liat di layar HP saya tertulis BRI Pusat saat Hp ku, Ku Ok kan dan kami berbicara. Namanya Arief Wijaya dan terus meyakinkan aku dan berkata saya dapat undian hadiah dan sebentar lagi akan dikirim Pesan ke HP ku lewat SMS BANKING ku. Saat sedang ngobrol itu masuk sms Banking dari BANK BRI dan Si Penipu itu menyuruh Saya membacakan OTP nya saja, saya tanya apa itu OTP?dijawabnya OTP itu Nomor undian hadiah Ibu, dia berkata bacakan OTPnya saja ya Bu, OTPnya saja biar cepat diproses hadiahnya. Karena saya liat di layar HP penelpon adalah BRI dan yang SMS Banking juga dari Bank BRI, saya juga tak paham apa itu OTP maka saya bacakan Saja OTP itu sebanyak 5 kali yang masuk di SMS Banking saya, tapi setelah itu saya sangat terkejut dan hampir pingsan setelah baca SMS BANKING berikutnya uang saya sudah diambil", tutur RM kepada wartawan di Sekretariat FPII Rokan Hulu.

RM menambahkan, saya tak kemana-mana, saat bertelepon dengan penipu bangsat itu,
saya dalam kamar rumah saya, tapi aneh kok bisa disedot uang tabunganku? Gimana ini? Kedua, kok langsung tahu penipu itu nama dan nomor hp SMS Banking saya dan kenapa Internet Banking saya kok bisa aktif saat itu? Ada apa ini? Makanya saya lapor ke BRI dan Polisi, tapi sudah 7 (tujuh) kali kami bolak- balik ke BRI tapi tetap jawabnya sabar ya Bu, sedang diproses, tergantung BRI pusat? Ini sudah 54 hari setelah kejadian tapi tak ada kejelasan dari BRI, mana Pertanggung-jawaban BRI sama nasabahnya? Kami orang susah, uang itu untuk biaya hidup keluarga dan anak sekolah, tega kalilah kalian, ujar korban berlinang Air mata.

Terpisah, ternyata, selain korban RM, ada juga korban lain yakni, AT inisial warga Desa Teluk Sono Kecamatan Bonai Darussalam yang mengalami kerugian Rp.15 juta dengan modus yang sama persis.

Kasus tersebut terungkap berkat Investigasi/ penelusuran Hendron Sihombing, Sekretaris FPII (FORUM PERS INDEPENDENT INDONESIA) - Rohul dan Aktivis LSM PENJARA/ PEMANTAU KINERJA APARATUR NEGARA - Rohul ) yang mendampingi Korban RM. Kepada media ini, Rabu siang (29/4/20). 

Sihombing mengatakan,  kita mengendus dan patut diduga kuat ada aroma busuk atau sindikat mafia perbankan yang telah beroperasi di Kabupaten Rokan Hulu ini. Masyarakat harap hati- hati dan waspada, terkhusus para nasabah BRI jangan sampai jatuh korban lagi. Kasus ini adalah refleksi dari ketidakprofesionalan manajemen Bank BRI di Rohul ini. BRI tidak boleh cuci tangan dan menyalahkan bahkan menyudutkan nasabahnya, saya ingatkan bahwa lembaga keuangan/ per - Bankan pada umumnya menganut Azas Trust (kepercayaan ), jangan kecewakan nasabah mu wahai BRI, tegaskannya.

Saya Kuasa pendamping Korban telah berupaya agar hak- hak korban terpenuhi, namun Pihak BRI terkesan lari dari tanggung-jawabnya terhadap Kerugian nasabahnya. Hal ini sangat kita sayangkan dan tak patut, maka dalam waktu dekat ini kita akan laporkan mereka ( BRI,red) Ke POLDA RIAU dan OJK RIAU agar kasus tersebut diusut tuntas.

Sementara, Yosef Mardika Kepala Cabang Bank BRI 1099 KC. Pasir Pengaraian tak dapat ditemui dan belum bisa dikonfirmasi terkait kasus tersebut, Stafnya bernama Niko didampingi Humasnya Kepada Wartawan, Senin Siang (27/4/20) mengatakan, masalah tersebut sudah dilaporkan ke BRI Pusat sedang dalam proses dan menunggu keputusan
dari BRI Pusat, ucapnya mengakhiri.

#team/Ms

No comments:

Post a Comment

BOFET HARAPAN PERI Jl. SAMUDRA No 1 KOMP. PUJASERA PANTAI PADANG
Selamat Datang diSemoga Anda Puas