Breaking

JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN 'CEGAH PENYEBARAN COVID-19'
https://www.mediawawasan.com/p/roller-coaster-script-by-javascript.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.mediawawasan.com/p/blog-page.html
COVID-19 DI INDONESIA Klik!
https://www.mediawawasan.com/p/coronavirus-adalah-kumpulan-virus-yang.html
COVID-19 DI SUMATERA BARAT Klik!
https://www.mediawawasan.com/p/covid-19-di-sumbar.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Wednesday, April 29, 2020

Dinkes Lakukan Rapid Test Pegawai DPPKB Kontak Dengan Pasien Corona





P-Dua Orang Jamaah Dari Gowa

MWawasan,Sarolangun- (JAMBI) Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan atau skrining menggunakan rapid test kepada pegawai Dinas Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DPPKB) yang erat kontak dengan pasien 01 Covid-19 di Kabupaten Sarolangun.

Pasien pertama yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Kabupaten Sarolangun, berasal dari wilayah Kecamatan Sarolangun, dinamakan dengan pasien 01 dengan jenis kelamin perempuan berinisial Az dengan usia 52 Tahun, yang merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Ya, kita kemarin ke dinas DPPKB melakukan skrining rapid test terhadap karyawan yang terdampak dengan pasien 01, hasilnya non reaktif," kata Kadinkes Bambang Hermanto, Melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Harta Syaputra, Rabu (29/04) kemarin.

Selain itu, pihaknya juga melakukan rapid test dengan suami pasien 01 serta dua orang karyawan pdam yang erat kontak dengan suami pasien 01 karena satu hubungan rekan kerja di kantor.

"Dan hari ini dua orang pdam kita juga lakukan rapid test, alhamdulillah hasilnya non reaktif," katanya.

Ketika ditanya, soal jamaah tablig yang pulang dari Gowa, Sulawesi Selatan. Ia menjawab bahwa pihaknya mencatat hanya ada dua orang jamaah yang ikut dalam jamaah tabliq tersebut.

Pihaknya pun sudah melakukan pemeriksaan melalui rapid test. Kedua jamaah itu, yakni satu orang di Kecamatan Singkut, dan satu orang lagi di Dusun Mengkadai, Kecamatan Limun.

"Kalau untuk jamaah dari Gowa, Sulawesi Selatan itu, ada dua kemarin kita rapid test. Hasilnya non reaktif, dan kita akan cek kembali, sebagai pelajaran dari pasien 01 kemarin. Sesuai informasi dari Jambi, bahwa sanya masa inkubasi virus ini bisa sampai 28 hari, 14 hari pertama ternyata non reaktif, bisa jadi 14 hari kedua menjadi reaktif," katanya.

"Kita himbau kepada masyarakat untuk jujur, kalau memang bepergian dari daerah zona merah, kalau ada gejala cepat memeriksakan diri ke Puskesmas atau Rumah sakit. Sebutkan kalau ada pilek, ada batuk, dan supaya jangan kita menular kan virus ke orang lain," kata dia menambahkan.

Ia juga menjelaskan dalam penggunaan alat rapid test yang digunakan oleh pihaknya, untuk mengetahui hasilnya hanya membutuhkan waktu selama 15 menit dengan menggunakan sampel darah yang bersangkutan

"Alat itu kan ada control atau standar, kalau  satu garis controlnya keluar, bagus, kalau garisnya dua itukan reaktif. Kemudian dalam alat itu ada Igg dan Igmnya. Satu garis muncul kontrolnya itu dikatakan valid berarti dia reaktif igm kalau harusnya di Igm, "katanya.



#Iksan
Dinkes Lakukan Rapid Test Pegawai DPPKB Kontak Dengan Pasien Corona

No comments:

Post a Comment

Selamat Datang diSemoga Anda Puas