Breaking

JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN 'CEGAH PENYEBARAN COVID-19'
https://www.mediawawasan.com/p/roller-coaster-script-by-javascript.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.mediawawasan.com/p/blog-page.html
COVID-19 DI INDONESIA Klik!
https://www.mediawawasan.com/p/coronavirus-adalah-kumpulan-virus-yang.html
COVID-19 DI SUMATERA BARAT Klik!
https://www.mediawawasan.com/p/covid-19-di-sumbar.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Friday, October 20, 2017

Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan, Wagub Serahkan 40 Unit Mesin Longtail


MWawasan, Pariaman~ Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Prov. Sumbar menyerahkan bantuan berupa 40 unit mesin longtail kepada nelayan Kota Pariaman. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit kepada nelayan di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pariaman pada Jumat (20/10) petang.

"Bantuan ini adalah bentuk upaya untuk peningkatan kesejahteraan nelayan di Sumbar," ujar Nasrul Abit dalam sambutannya sebelum menyerahkan bantuan.

Bagaimanapun, untuk menjamin peningkatan kesejahteraan yang ia maksud, Nasrul Abit mendorong nelayan di Kota Pariaman untuk miliki usaha alternatif di darat dan tidak hanya menggantungkan hidup dari pendapatan yang didapat dari melaut. 

Dikatakannya, "Kita ingin tingkatkan kesejahteraan nelayan, namun susah sekarang, ikan makin sedikit karena terumbu karang dirusak, 75% karang kita sudah habis diracun sama nelayan asing. Jadi bapak-bapak harus punya usaha sampingan di darat", ungkap wagub.

Usaha ini, sambung Nasrul Abit, paling tidak dapat menjadi sumber pendapatan alternatif saat kondisi perairan dan cuaca tidak memungkinkan nelayan untuk melaut.

Sementara itu, menyangkut perusakan terumbu karang yang dilakukan oleh nelayan-nelayan asing di perairan Sumatera Barat, Nasrul Abit meminta nelayan yang saat itu hadir untuk berpartisipasi aktif memberantas praktek illegal fishing antara lain dengan tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya dan merusak lingkungan saat menangkap ikan dan membantu mengusir nelayan-nelayan asing yang beroperasi di perairan sekitar menggunakan alat-alat tangkap yang telah dilarang Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Kok basobok, usia sajo. Kok nampak nyo mamasang lukah? Usia! Cukuik usia se, jan sampai main kekerasan. Atau kok indak, silakan lapor ka kami segera," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan oleh Pemprov untuk nelayan di Kotanya.

Ia menyebutkan, intervensi pemerintah, terutama pada pengadaan mesin dan alat tangkap untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan memang sangat dibutuhkan mengingat harga mesin/alat tangkap yang terus meningkat dan semakin sulit dijangkau oleh nelayan.

"Nelayan perlu sekali bantuan ini, Pak Wagub. Bantuan ini sangat berarti karena setiap saat harganya semakin tinggi," ujarnya.

Dengan adanya bantuan ini, Genius Umar berharap nelayan Kota Pariaman semakin produktif sehingga hasil tangkap dapat meningkat. Kemudian, sejalan dengan itu, kesejahteraan ikut meningkat.

"Bapak-bapak sudah punya keahliannya (keahlian menangkap ikan), sekarang bapak-bapak dibantu mesin oleh Wagub kita, jadi tidak ada lagi cerita menyia-nyiakan bantuan ini dan menghabiskan waktu dengan melamun di warung. Bantuan ini harus dimanfaatkan. Mudah-mudahan dengan ini hasil produksi kita meningkat nanti," pungkasnya.


#Hms/Jr/Buya

No comments:

Post a Comment

Selamat Datang diSemoga Anda Puas