Breaking News

Terkait Isyu Jual Beli SK Honorer, Lukman Angkat Bicara


MWawasan,Sarolangun- Santer dipemberitaan dikabarkan kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) terlibat dalam jual beli SK honorer. Isyu tersebut dibantah secara langsung oleh lukman kadikbud sarolangun melalui WhatsApp pribadinya.Rabu, (15/11).

 “Tidak ada jual beli SK dindo. Yang tidak boleh itu ada SK ganda dari dana yang sama, harus salah satunya pilih dan yang salah satunya harus dihapus ". Sangkal Lukman.

Disinggung soal kebijakan yang dinilai cukup berani menggantikan Didi Marlini, guru honorer yang masih aktif mengajar di SMPN Satap 19 di Kecamatan Batang Asai, dengan Noval Amaralhaq, tenaga honorer di  SMPN 17 Sarolangun, yang baru mengantongi Surat Perintah Kerja (SPT) pada tanggal 16 Oktober 2017.

“Ya. Didi akan kami berhentikan dulu kalau ternyata terima gaji ganda. Noval belum ada SKnya dan belum ada pengangkatan,” jawabnya sedikutpun tak berkaitan dengan pertanyaan yang dilontarkan.

“Kalau SPT belum punya gaji dindo, belum boleh dibayar gaji, karena tidak punya SK/SPK, karena honor BOS pun kami berikan SPTnya,” Imbuhnya.

Sementara itu, Usman yang tak lain kakak Didi Marlini kepada wartawan mengatakan, jika Didi Marlini sudah mengundurkan diri dari salah satu SMK yang membutuhkan jasanya.

“Kalau menggantikan tenaga honorer, tentu ada mekanismenya. Jangan seenaknya saja. Adik saya (Didi Marlini / red) kan masih honorer aktif dan belum diputus kontrak. Memang SK adik saya di SMPN Satap 19 di Kecamatan Batang Asai, tapi dia juga sudah mengundurkan diri sebulan yang lalu dari salah satu SMK yang membutuhkan jasanya,” Jelasnya.

Hingga saat ini, katanya, dirinya masih tak terima atas perlakuan pihak Dikbud Sarolangun yang diduga sengaja ingin menggantikan adiknya dengan honorer yang baru.

“Inikan sudah jelas. Bahkan gaji adik saya bulan November ini rencananya akan dialihkan ke Noval, tenaga honorer yang baru. Kita akan tetap lanjut, termasuk soal dugaan pemalsuan tanda tangan adik saya,” Tegasnya. (skm/nal)

No comments