MWawasan, Bandar Lampung (LAMPUNG~ Geliat olahraga bela diri HAPKIDO akan mewarnai Provinsi Lampung pada penghujung September 2026. Pengurus Pusat HAPKIDO Indonesia (PPHI) menyiapkan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) HAPKIDO 2026 yang mempertemukan 18 kontingen provinsi dalam satu arena kompetisi di Kota Bandar Lampung.
Kejuaraan nasional tersebut menjadi momentum penting bagi para atlet HAPKIDO dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan, kedisiplinan, sekaligus sportivitas. Pertandingan bukan hanya menjadi ruang untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi kesempatan mempererat hubungan antaratlet dan kontingen yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.
Ketua Umum PPHI, GBPH Haji Prabukusumo, S.Psi., memberikan arahan khusus kepada seluruh kontingen yang mengikuti Kejurnas. Di tengah persaingan yang akan berlangsung ketat, ia mengingatkan agar semangat kompetisi tidak menghilangkan nilai utama yang menjadi bagian dari karakter HAPKIDO.
Menurut GBPH Haji Prabukusumo, olahraga bela diri HAPKIDO memiliki semangat harmoni yang harus tetap dijaga oleh setiap peserta. Karena itu, pertandingan tidak semestinya hanya dipandang sebagai pertarungan untuk menentukan siapa yang unggul, melainkan juga sebagai proses membangun sikap saling menghormati.
“Harap diingat olahraga bela diri HAPKIDO adalah harmonis,” tegas GBPH Haji Prabukusumo ketika memberikan arahan kepada para peserta. Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa kekuatan seorang atlet tidak hanya terlihat dari kemampuan teknik di arena, tetapi juga dari sikap ketika menghadapi lawan.
Semangat profesional juga menjadi bagian yang ditekankan GBPH Haji Prabukusumo. Ia mengingatkan bahwa setiap pertandingan harus ditampilkan sebagai kompetisi olahraga bela diri yang menjunjung aturan, kedisiplinan, dan sikap profesional.
Kejurnas HAPKIDO 2026 akan digelar di GOR Siger, Bandar Lampung. Pemilihan Lampung sebagai lokasi penyelenggaraan menghadirkan kesempatan bagi masyarakat setempat untuk menyaksikan secara langsung perkembangan olahraga bela diri HAPKIDO sekaligus melihat kemampuan atlet dari berbagai provinsi.
Sebanyak 18 kontingen provinsi dijadwalkan ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Kehadiran para atlet dari berbagai daerah membuat arena Kejurnas tidak sekadar menjadi tempat pertandingan, tetapi juga menjadi titik pertemuan komunitas HAPKIDO dari berbagai wilayah Indonesia.
Bagi para atlet, momentum Kejurnas tentu menjadi ruang untuk menguji hasil latihan yang telah dijalani selama ini. Setiap gerakan, teknik, dan keputusan di arena akan menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam membangun pengalaman serta mengembangkan kemampuan sebagai atlet bela diri.
Di sisi lain, penyelenggaraan Kejurnas juga memperlihatkan bagaimana olahraga dapat menjadi sarana membangun kebersamaan. Pesan GBPH Haji Prabukusumo mengenai harmoni menjadi relevan di tengah suasana kompetisi, ketika para peserta harus mampu menjaga semangat bertanding sekaligus menghormati satu sama lain.
Kejurnas HAPKIDO 2026 di Bandar Lampung dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 26 dan 27 September 2026. GOR Siger akan menjadi pusat kegiatan sekaligus tempat masyarakat menyaksikan langsung rangkaian pertandingan yang mempertemukan atlet-atlet dari 18 kontingen provinsi.
GBPH Haji Prabukusumo juga mengundang masyarakat luas untuk hadir menyaksikan Kejurnas tersebut. Ia turut mengajak rekan-rekan wartawan untuk datang dan meliput jalannya kompetisi, sehingga perkembangan olahraga HAPKIDO serta semangat para atlet dapat diketahui lebih luas oleh publik.
Dengan membawa pesan harmoni, profesionalisme, dan sportivitas, Kejurnas HAPKIDO 2026 di Bandar Lampung diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda kompetisi nasional. Di balik persaingan di arena, terdapat semangat untuk memperkuat persaudaraan, membangun karakter atlet, dan memperkenalkan olahraga bela diri HAPKIDO kepada masyarakat secara lebih luas.
#red/PPHI/Buya

































No comments:
Post a Comment