Breaking

Thursday, September 17, 2026

Fadly Amran Dorong Pemulihan Hulu Batang Kuranji untuk Tekan Risiko Bencana

MWawasan, Padang (SUMBAR)~  Upaya mengurangi risiko bencana di Kota Padang tidak hanya dilakukan ketika air sungai meluap atau banjir mulai menggenangi permukiman.

Langkah pencegahan juga harus dimulai jauh dari kawasan perkotaan, tepatnya di wilayah hulu yang menjadi penyangga utama ekosistem daerah aliran sungai. Semangat itulah yang melandasi pelaksanaan Festival Tanam Hulu yang digagas Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia di Guo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Rabu, 9 September 2026.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk merestorasi kawasan hulu Daerah Aliran Sungai Batang Kuranji.

Penanaman vegetasi dan pemulihan ekosistem menjadi bagian penting dari upaya menjaga kemampuan kawasan dalam menyerap dan menahan air hujan sebelum alirannya bergerak menuju wilayah yang lebih rendah.

Bagi Kota Padang, keberadaan kawasan hulu memiliki arti penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Ketika kawasan penyangga mengalami kerusakan, kemampuan alam dalam mengatur tata air dapat ikut menurun. Kondisi itu pada akhirnya dapat meningkatkan tekanan terhadap wilayah hilir, terutama ketika curah hujan tinggi terjadi dalam waktu yang relatif singkat.

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak semestinya hanya mengandalkan pembangunan fisik. Infrastruktur seperti normalisasi sungai, drainase dan bangunan pengendali banjir memang dibutuhkan, namun upaya tersebut perlu berjalan beriringan dengan perlindungan kawasan hulu.

Menurut Fadly Amran, penghijauan dan pemulihan ekosistem merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pengurangan risiko bencana. Pendekatan tersebut menempatkan lingkungan bukan sekadar sebagai kawasan yang harus dilindungi, tetapi juga sebagai salah satu sistem alami yang dapat membantu mengurangi dampak bencana.

Festival Tanam Hulu kemudian menjadi ruang untuk mempertemukan kepedulian terhadap lingkungan dengan kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan wilayah. Penanaman pohon bukan semata kegiatan seremonial, melainkan bagian dari proses panjang untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan yang menjadi bagian dari sistem Batang Kuranji.

Batang Kuranji sendiri memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat di Kota Padang. Aliran sungai melewati berbagai kawasan dan menjadi bagian dari bentang alam kota. Karena itu, menjaga daerah tangkapan air di bagian hulu berarti ikut menjaga kondisi lingkungan di sepanjang wilayah yang terhubung dengan aliran sungai tersebut.

Pemulihan hulu juga membutuhkan waktu dan kesinambungan. Pohon yang ditanam hari ini tidak serta-merta memberikan dampak ekologis dalam waktu singkat. Diperlukan perawatan, pengawasan dan keterlibatan berbagai pihak agar vegetasi dapat tumbuh serta membentuk kembali tutupan lahan yang mampu mendukung fungsi tata air.

Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan penghijauan. Ketika masyarakat sekitar ikut merawat kawasan, upaya restorasi tidak berhenti setelah kegiatan penanaman selesai. Kesadaran bersama dapat menjadi modal sosial untuk memastikan kawasan hulu tetap terjaga dalam jangka panjang.

Perkumpulan Galapagos Lestari Indonesia melalui Festival Tanam Hulu membawa pesan bahwa penanganan bencana harus dimulai dari pendekatan yang lebih menyeluruh. Persoalan banjir dan bencana hidrometeorologi tidak hanya berkaitan dengan kondisi sungai di wilayah hilir, tetapi juga dipengaruhi oleh bagaimana kawasan hulu dikelola dan dipertahankan.

Fadly Amran menempatkan upaya perlindungan hulu sebagai bagian dari langkah membangun ketahanan Kota Padang terhadap ancaman bencana. Pembangunan infrastruktur tetap diperlukan, tetapi fondasi ekologis juga harus diperkuat agar sistem perlindungan kota tidak hanya bergantung pada konstruksi buatan manusia.

Dari Guo, Kuranji, pesan tersebut mendapatkan bentuk yang konkret melalui penanaman dan pemulihan kawasan. Gerakan sederhana berupa menanam pohon menjadi simbol dari sebuah pekerjaan besar: menjaga hubungan antara hutan, tanah, air, sungai dan kehidupan masyarakat yang berada di sepanjang alirannya.

Pada akhirnya, Festival Tanam Hulu bukan hanya tentang berapa banyak pohon yang ditanam pada satu hari. Lebih jauh, kegiatan ini berbicara tentang bagaimana Kota Padang mempersiapkan diri menghadapi risiko bencana melalui perpaduan antara pembangunan fisik, pelestarian lingkungan dan partisipasi masyarakat. Seperti ditegaskan Fadly Amran, perlindungan kawasan hulu melalui penghijauan dan pemulihan ekosistem merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari upaya penanggulangan bencana.

#Buya

No comments:

Post a Comment

Koran Wawasan Edisi 194, Februari 2023

"Prakiraan Cuaca Senin 14 Oktober 2024"


"KEPUASAN ANDA UTAMA KAMI"




BOFET HARAPAN PERI Jl. SAMUDRA No 1 KOMP. PUJASERA PANTAI PADANG
Selamat Datang diSemoga Anda Puas