Breaking

Thursday, September 17, 2026

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan, Alex Indra Lukman Ingatkan Bantuan Beras Harus Tepat Sasaran

MWawasan, Padang (SUMBAR)~ Minggu sore 13 September 2026, suasana di Kantor Lurah Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, tampak berbeda. Sejumlah warga penerima manfaat datang untuk mendapatkan bantuan pangan berupa beras. Di tengah distribusi bantuan tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI H Alex Indra Lukman hadir menyaksikan langsung proses penyaluran sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga bantuan pemerintah agar benar-benar sampai dan dimanfaatkan oleh mereka yang membutuhkan.

Alex Indra Lukman, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat dari Fraksi PDI-P, datang bersama Kepala Perum Bulog Wilayah Sumbar R. Darma Wijaya, Staf Ahli Wali Kota Padang Syafrial Kamat serta tokoh masyarakat Irwan Basir Dt Rajo Alam SH MM. Kehadiran mereka disambut Lurah Kuranji Syafrizal M., SH, yang turut memastikan kegiatan penyaluran berjalan di tengah masyarakat.

Namun, distribusi beras kali ini tidak hanya berbicara mengenai jumlah kilogram yang diterima warga. Ada pesan yang lebih besar di balik bantuan tersebut. Tokoh masyarakat Kota Padang, Irwan Basir Dt Rajo Alam SH MM, mengingatkan agar beras bantuan pemerintah tidak diperjualbelikan ataupun ditukar dengan kebutuhan lain, termasuk pulsa dan paket internet.

Menurut Irwan Basir, bantuan pangan diberikan pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga yang berada dalam kondisi kurang mampu. Karena itu, beras tersebut semestinya digunakan sebagaimana peruntukannya. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melihat bantuan sebagai sesuatu yang dapat dengan mudah ditukar menjadi uang atau barang lain.

Irwan Basir yang juga Ketua DPD LPM Kota Padang menambahkan, bantuan pemerintah bukan dimaksudkan untuk membuat masyarakat terus bergantung. Pemerintah, menurut dia, tetap menginginkan masyarakat memiliki kemandirian dalam memenuhi kebutuhan hidup, termasuk dengan memanfaatkan berbagai sumber pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Pesan mengenai keberagaman pangan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Masyarakat diharapkan tidak hanya bergantung pada beras, tetapi mulai memanfaatkan sumber pangan alternatif seperti umbi-umbian. Diversifikasi pangan dinilai penting agar ketahanan pangan keluarga tidak sepenuhnya bergantung pada satu komoditas.

Staf Ahli Wali Kota Padang Syafrial Kamat menjelaskan, penerima bantuan tidak hanya berasal dari kelompok masyarakat miskin. Sebagian masyarakat yang masuk kategori rentan miskin juga mendapatkan perhatian, terutama mereka yang mengalami dampak ekonomi akibat bencana ekologi banjir bandang yang terjadi pada akhir 2025.

Kamat juga menyampaikan pentingnya kesadaran dari masyarakat yang kondisi ekonominya sudah membaik. Mereka diharapkan bersedia menyatakan bahwa dirinya tidak lagi berhak menerima bantuan. Dengan demikian, bantuan yang tersedia dapat dialihkan kepada warga lain yang benar-benar membutuhkan.

Di sisi lain, persoalan pangan tidak selalu dapat dilihat hanya dari kondisi hari ini. Ketersediaan pangan dapat berubah ketika produksi pertanian menghadapi gangguan. Kekeringan, fenomena El Nino dan berbagai perubahan kondisi lingkungan dapat memengaruhi produksi pertanian dan pada akhirnya berdampak terhadap kemampuan masyarakat memperoleh bahan pangan.

Karena itu, ketahanan pangan tidak hanya menjadi persoalan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Syafrial Kamat mengingatkan warga agar tidak sembarangan membakar sampah selama kondisi kemarau. Kebiasaan tersebut berpotensi memicu kebakaran dan menambah persoalan lingkungan ketika kondisi lahan sedang kering.

Kepala Perum Bulog Wilayah Sumbar R. Darma Wijaya mengatakan, sekitar 1.000 masyarakat tercatat sebagai penerima manfaat bantuan beras di wilayah tersebut. Setiap kepala keluarga penerima manfaat mendapatkan 30 kilogram beras. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari program bantuan pangan pemerintah yang perlu dikawal agar diterima oleh masyarakat sesuai data dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Alex Indra Lukman menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan program bantuan pangan bagi masyarakat yang tidak mampu. Penyaluran yang berlangsung di Kuranji merupakan bagian dari alokasi bantuan untuk periode Juli, Agustus dan September 2026. 

Menurut Alex, program tersebut juga dilanjutkan untuk periode Oktober, November dan Desember 2026, dengan penyaluran untuk periode berikutnya dapat dilakukan pada Desember 2026 sesuai pelaksanaan program.
Bagi Alex Indra Lukman, penyaluran bantuan pangan bukan sekadar persoalan memindahkan beras dari gudang hingga ke tangan penerima. Ada tanggung jawab untuk memastikan bantuan tepat sasaran, digunakan untuk kebutuhan keluarga dan tidak disalahgunakan. 

Di tengah kemungkinan perubahan kondisi pangan akibat faktor iklim dan lingkungan, bantuan pemerintah menjadi salah satu instrumen untuk menjaga masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok.

#Buya

No comments:

Post a Comment

Koran Wawasan Edisi 194, Februari 2023

"Prakiraan Cuaca Senin 14 Oktober 2024"


"KEPUASAN ANDA UTAMA KAMI"




BOFET HARAPAN PERI Jl. SAMUDRA No 1 KOMP. PUJASERA PANTAI PADANG
Selamat Datang diSemoga Anda Puas