Breaking

Tuesday, July 7, 2026

PORSADIN Tidak Akan Besar Tanpa Sinergi FKDT, Pemerintah, dan Masyarakat

PORSADIN Tidak Akan Besar Tanpa Sinergi FKDT, Pemerintah, dan Masyarakat

Oleh: 

Firdaus Gani

Ketua DPW FKDT Provinsi Sumatera Barat

Mahasiswa Program Doktor (S3) Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) merupakan program strategis Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) sebagai wahana pembinaan karakter, prestasi, sportivitas, dan ukhuwah santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). Namun, sejak pertama kali diselenggarakan hingga saat ini, PORSADIN belum memiliki pola pendanaan yang baku melalui APBN maupun APBD. Pengalaman selama enam kali penyelenggaraan menunjukkan bahwa keberhasilan PORSADIN tidak ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan oleh kuatnya sinergi antara FKDT, pemerintah, dan masyarakat. Inilah modal sosial yang menjadikan PORSADIN terus hidup, berkembang, dan melahirkan prestasi bagi santri MDT.

Perjalanan PORSADIN Sumatera Barat sejak tahun 2013 hingga 2024 memperlihatkan dinamika yang berbeda pada setiap penyelenggaraan. Tahun 2013 didukung DIPA Kementerian Agama RI, tahun 2015 di Asrama Haji Kota Padang memperoleh dukungan DIPA Kementerian Agama RI dan DIPA Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, tahun 2017 di Kota Bukittinggi DIPA Kanwil tidak lagi tersedia sehingga FKDT lebih mandiri sementara tingkat nasional masih didukung pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Tahun 2019 di Kota Payakumbuh PORSADIN Sumatera Barat sepenuhnya diselenggarakan secara mandiri oleh FKDT tanpa dukungan APBN maupun APBD, sedangkan tingkat nasional memperoleh dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tahun 2022 di Kabupaten Solok lahir pola berbagi peran antara FKDT, Kanwil Kementerian Agama, dan Pemerintah Daerah, sementara tingkat nasional memperoleh dukungan besar dari APBD Provinsi Jawa Barat. Tahun 2024 di Kabupaten Pesisir Selatan kembali menggunakan pola kolaborasi FKDT, Kanwil Kementerian Agama, dan tuan rumah, sedangkan pemerintah daerah belum terlibat langsung dalam pembiayaan dan penyelenggaraan nasional juga lebih mengedepankan kemandirian organisasi. Dinamika tersebut menunjukkan bahwa setiap masa memiliki ciri dan strategi pembiayaan yang berbeda sesuai kondisi zamannya.

Menghadapi PORSADIN VII Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang direncanakan pada 28–30 Agustus 2026 di Kota Padang, DPW FKDT Sumatera Barat mengembangkan pola kolaborasi yang lebih luas. DPW FKDT Sumatera Barat bertindak sebagai penanggung jawab penyelenggaraan, DPC FKDT Kota Padang sebagai tuan rumah, Kanwil Kementerian Agama memberikan pembinaan kelembagaan, sementara Pemerintah Kota Padang diharapkan memberikan dukungan nyata melalui fasilitas dan pembiayaan kegiatan bersama partisipasi masyarakat. Di sisi lain, karena hingga saat ini belum tersedia alokasi DIPA Kanwil maupun APBD Provinsi untuk keberangkatan kontingen ke PORSADIN Nasional, DPW FKDT Sumatera Barat bersama seluruh Ketua DPC FKDT Kabupaten/Kota akan memfokuskan upaya penggalangan donasi dan membangun kemitraan dengan berbagai pihak sesuai kemampuan organisasi. Harapannya, Sumatera Barat tidak hanya sukses sebagai penyelenggara PORSADIN tingkat provinsi, tetapi juga tetap mampu mengirimkan kontingen terbaik untuk mengharumkan nama daerah pada PORSADIN Nasional.

Penutup

PORSADIN adalah produk FKDT, tetapi keberhasilannya adalah hasil sinergi. Ketika FKDT, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat berjalan bersama, keterbatasan anggaran bukan lagi menjadi penghalang, melainkan tantangan yang mampu diubah menjadi kekuatan bersama demi masa depan Madrasah Diniyah Takmiliyah dan generasi santri Indonesia.

#Firdaus Gani

No comments:

Post a Comment

Koran Wawasan Edisi 194, Februari 2023

"Prakiraan Cuaca Senin 14 Oktober 2024"


"KEPUASAN ANDA UTAMA KAMI"




BOFET HARAPAN PERI Jl. SAMUDRA No 1 KOMP. PUJASERA PANTAI PADANG
Selamat Datang diSemoga Anda Puas