MWawasan, Pasaman (SUMBAR)~ Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) Lokal Pasaman sukses menyelenggarakan Musyawarah Lokal (Muslok) ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu (4/7/2026). Bertempat di Ambun Water Park Cafe, Lubuksikaping, agenda tiga tahunan ini menjadi momentum regenerasi kepengurusan sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
Berdasarkan mekanisme pemilihan yang mengacu pada AD/ART organisasi, forum sepakat memilih jajaran pengurus inti masa bakti 2026–2029, yaitu:
Ketua: Drs. H. Noviar, M.M. (YB5ENO)
Sekretaris: Zulhendri, S.Pd. (YD5KUF)
Bendahara: H. Nosrial, S.H. (YC5ASL)
Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pasaman H. Parulian Dalimunthe, Wakil Ketua Orda Orari Sumatera Barat Bustavidia (YB5BV) beserta rombongan, Kepala BPBD, Kepala Dinas Kominfotik, Kepala Kesbangpol, serta perwakilan pengurus Orari Lokal Bukittinggi-Agam dan Pasaman Barat.
Dalam sambutannya, Ketua Terpilih Orari Lokal Pasaman, H. Noviar, menyampaikan bahwa dinamika persiapan Muslok ini telah bergulir sejak sebulan lalu dan berhasil mencapai keputusan bersama yang mufakat. Ia juga mengilas balik sejarah organisasi yang kini berdiri mandiri di tiap kabupaten/kota setelah sebelumnya sempat bergabung dengan wilayah Bukittinggi, Agam, dan Pasaman Barat.
"Orari Lokal Pasaman selalu berupaya berkontribusi nyata, terutama dalam dukungan komunikasi (dukom) dengan mendirikan posko saat bencana alam serta menyukseskan berbagai agenda daerah, provinsi, maupun nasional," ujar Noviar.
Noviar menjelaskan bahwa organisasi ini murni hidup mandiri dari iuran anggota per lima tahun serta iuran insidentil. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan alokasi anggaran untuk pemenuhan perlengkapan dukungan komunikasi. Ia juga mengimbau jajaran pemerintah hingga tingkat wali nagari agar mendorong para pengguna frekuensi radio mengurus izin resmi sesuai undang-undang yang berlaku.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak Wakil Bupati Pasaman dalam kegiatan ini," tambahnya.
Soroti Penurunan Anggota aktif
Sementara itu, Wakil Ketua Orda Orari Sumbar, Bustavidia (YB5BV), menyoroti tantangan penurunan jumlah anggota aktif di Pasaman yang kini tersisa sekitar 15 orang dari yang semula mencapai 100 orang. Ia meminta dukungan Wakil Bupati untuk mendorong penambahan kader baru, salah satunya lewat kegiatan yang menarik minat generasi muda.
"Daerah kita ini rawan bencana alam. Saat bencana terjadi, telepon genggam yang harganya puluhan juta rupiah bisa menjadi tidak berfungsi. Di saat itulah handy talky (HT) yang harganya jauh lebih murah menjadi garda terdepan penyelamat komunikasi," kata Bustavidia.
Terkait usulan anggaran, Bustavidia menyebutkan peluang kerja sama melalui pos anggaran BPBD, mengingat Orari pusat juga memiliki komitmen kuat dan kerja sama yang diakui langsung oleh BNPB Pusat.
Apresiasi dari Pemerintah Kabupaten
Wakil Bupati Pasaman, H. Parulian Dalimunthe, yang hadir memberikan sambutan atas nama pemerintah daerah, menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus yang baru dilantik.
"Semoga pengurus baru amanah, penuh tanggung jawab, dan berdedikasi dalam memajukan organisasi. Orari bukan sekadar hobi, melainkan aset penting daerah karena terbukti menjadi garda terdepan dalam penyebaran informasi darurat saat bencana," ungkap Wabup.
Menjawab tantangan modernisasi, Parulian menekankan pentingnya inovasi teknologi tanpa meninggalkan prinsip dasar amatir radio. Ia pun menitipkan tiga langkah strategis bagi pengurus baru:
• Perkuat konsolidasi internal organisasi.
• Tingkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah.
• Jaga kode etik amatir radio.
"Tetaplah menjadi pelopor komunikasi yang cepat, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat. Bersatu, berkarya, mendunia!" pungkas Wakil Bupati mengakhiri sambutannya.
#HNSH

































No comments:
Post a Comment