UABN MDTA Se-Sumbar Digelar 4–7 Mei 2026, FKDT Dorong Penguatan Sinergi dan Pemerataan Pendidikan
Oleh:
Firdaus Gani
Ketua DPW FKDT Sumbar & Mahamurid UMSumbar
Ujian Akhir Berstandar Nasional (UABN) Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) se-Sumatera Barat akan digelar pada 4–7 Mei 2026. Pelaksanaan ujian ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan mutu pendidikan keagamaan sekaligus mengevaluasi perkembangan MDTA di daerah.
Dalam rangkaian persiapan tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah FKDT Sumbar secara simbolis menyerahkan naskah soal kepada pembina, Kabid Papkis Kanwil Kemenag Sumbar, H. Joben, pada Kamis (30/4/2026) di ruang kerjanya. Selanjutnya, soal diserahkan secara simbolis kepada Ketua DPC FKDT Kota Pariaman, H. Nasri, sebagai perwakilan daerah pelaksana.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPW FKDT Sumbar, Firdaus Gani, yang hadir bersama jajaran pengurus inti, yaitu Sekretaris Abi Hasan, Bendahara H. Johardi, Wakil Ketua Nurkamal, Wakil Sekretaris Firman Daus, serta Wakil Bendahara Hj. Sasra Rita.
Sebelum penyerahan, berlangsung dialog dan tukar pikiran antara pengurus FKDT dengan pembina terkait berbagai persoalan dalam pelaksanaan UABN MDTA. Salah satu isu utama yang mencuat adalah menurunnya jumlah peserta ujian dalam tiga tahun terakhir di Sumatera Barat.
Berdasarkan analisis data, terdapat beberapa faktor penyebab, di antaranya:
• Jaringan organisasi FKDT yang belum solid hingga tingkat kecamatan
• Masih adanya pengurus DPC yang tidak aktif
• Belum terbentuknya DPAC di sejumlah kecamatan
• Kendala dalam pengumpulan iuran
• Belum dijadikannya ijazah MDTA sebagai syarat masuk ke SMP/MTs
• Serta berbagai faktor teknis dan sosial lainnya
Ketua DPW FKDT Sumbar, Firdaus Gani, menegaskan pentingnya membangun kembali sinergi antara FKDT, pemerintah, dan masyarakat. Ia berharap pendidikan MDTA tidak hanya berkembang di kota-kota besar seperti Kota Padang dan Bukittinggi, tetapi juga merata hingga ke seluruh pelosok daerah. “MDTA harus menjadi gerakan bersama. Kita ingin pendidikan diniyah ini maju secara merata, tidak hanya di perkotaan, tetapi juga di daerah terpencil dengan organisasi yang solid,” ujarnya. Ketua DPW FKDT Sumbar juga akan selalu focus membahas dan mencarikan solusi terbaik dalam masalah UABN MDTA di Sumatera Barat.
Menanggapi hal tersebut, pembina H. Joben memberikan respon positif dan menyatakan akan membawa persoalan ini ke pimpinan, yakni Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, untuk dibahas secara serius bersama 19 kepala kankemenag kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Sementara itu, Ketua Pelaksana UABN, H. Nasri, memaparkan bahwa seluruh kabupaten/kota ikut serta dalam pelaksanaan UABN, kecuali Kota Padang dan Pesisir Selatan yang belum bergabung. Adapun di Solok Selatan, pelaksanaan belum dapat dilakukan karena belum terbentuk kepengurusan DPC dan DPAC.Dari sisi partisipasi, tercatat sebanyak 467 lembaga MDTA ikut serta dengan total 5.366 peserta didik. Namun, jumlah murid di setiap lembaga masih relatif kecil, bahkan ada yang hanya mengirimkan 1 hingga 3 orang peserta per MDT.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi FKDT untuk terus melakukan pembinaan dan penguatan kelembagaan di masa mendatang.Pelaksanaan UABN MDTA tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang evaluasi akademik, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan pendidikan diniyah di Sumatera Barat, dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.
#Firdaus

































No comments:
Post a Comment