Penampilan Bripda Ramakeen terbilang luar biasa sejak babak penyisihan hingga partai final. Pada laga awal, ia tampil dominan dengan menumbangkan atlet asal Belanda, Dion Rozeebom, dengan skor telak 35–4.
Memasuki babak semifinal, Bripda Ramakeen kembali menunjukkan kualitasnya dengan meraih kemenangan teknik atas Mariviero Viera G De Jesus, berkat penampilan yang presisi dan penuh kontrol.
Puncaknya di partai final, ia berhasil menaklukkan pesilat tangguh asal Singapura, Zulhilmi bin Zul’irfan, dalam pertandingan sengit yang menguji kekuatan fisik sekaligus mental. Kemenangan tersebut memastikan medali emas menjadi milik Indonesia.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata hasil pembinaan personel di lingkungan Dit Samapta Polda Sumbar. Bripda Ramakeen dinilai mampu menunjukkan bahwa anggota Polri tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, tetapi juga mampu berprestasi di kancah internasional.
Polda Sumbar menyebut capaian ini sebagai kado istimewa bagi institusi dan bangsa. Prestasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa kemampuan bela diri dan ketahanan fisik personel Polri telah memenuhi standar dunia.
Selain mengharumkan nama Indonesia, kemenangan ini juga menjadi bentuk nyata pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa di panggung internasional, khususnya di Benua Eropa.
#MEP/AL

































No comments:
Post a Comment