MWawasan, Sarolangun (JAMBI)~ Bupati Sarolangun memimpin kegiatan rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sarolangun dalam rangka membahas isu-isu aktual daerah Kabupaten Sarolangun, Kamis (12/03/2026) di ruang Pola Utama Kantor Bupati Sarolangun.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Sarolangun Dandim 0420/Sarko Kajari Sarolangun diwakili Kasi Intel , Ketua PN Sarolangun Sekda Sarolangun , Pabung Kodim 0420/Sarko
Hadir juga Kabag OPS Polres Sarolangun Kasat Intelkam Polres Sarolangun Kapten
, Pos Binda Provinsi Jambi, Kepala Bakesbangpol Sarolangun Kasat Pol PP Sarolangun Kadis Sosial Sarolangun Kadis LHD Sarolangun Kabag Ekonomi dan SDA serta tamu undangan lainnya.
Ketua PN Sarolangun Sekda Sarolangun Asisten I Sarolangun Kepala Bakesbangpol Sarolangun
Para kepala opd yang yang juga ikut hadir
Bupati Sarolangun dalam kesempatan itu mengatakan atas nama Pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengucapkan terima kasih kepada jajaran Forkopimda dan instansi terkait yang hadir dalam rangka membahas isu-isu strategis yang terjadi di Kabupaten Sarolangun.
” Kita sama-sama menyampaikan saran dan pendapat, masukan dan memberikan solusi sehingga apa-apa yang terjadi dan isu di daerah kita bisa kita, atasi bersama hal ini tidak lain bagaimana cara membuat Kabupaten Sarolangun ini lebih baik dan lebih nyaman,”lagi kedepan katanya.
bahwa salah satu pembahasan dalam rapat Forkopimda ini diantaranya membahas Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Kabupaten Sarolangun sebagai solusi atas maraknta aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin di Kabupaten Sarolangun.
Dalam menyikapi aktivitas PETI, Pemerintah Kabupaten Sarolangun bersama aparat penegak hukum telah melakukan berbagai upaya selama ini mulai dari sosialisasi ke masyarakat, himbauan serta penindakan hukum melalui aparat penegak hukum bagi para pelaku peti.
” Kedepan kita mendapatkan penetapan kementrian ESDM berupa wilayah pertambangan rakyat di 59 titik di tiga lokus titik kecamatan, kedepan kita minta usulkan satu titik lokus lagi di wilayah Kecamatan Batang Asai. Ini memberikan kemudahan bagi masyarakat sehingga tidak lagi melakukan kegiatan pertambangan dengan menyalahi aturan,” katanya.
Isu strategis lainnya yang dibahas mengenai Suku Anak Dalam (SAD) yang ada di Kabupaten Sarolangun. Bahwa keberadaan SAD di Kabupaten Sarolangun ada di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Air Hitam Kecamatan Limun dan Kecamatan Bathin VIII.
”Permasalahan konflik di SAD ada tiga yakni dengan masyarakat, SAD dengan perusahaan dan antara sesama SAD dengan SAD,” katanya.
#Iksan

































No comments:
Post a Comment