Breaking

Monday, February 23, 2026

Revolusi AI Bertemu Maqasid, Tim FH Unhas Tembus 10 Besar Dunia di Konferensi Internasional UMS 2026

MWawasan, Makassar (SULSEL)~ Sivitas akademika Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas) menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil masuk kategori Best 10 Papers dalam ajang ilmiah bergengsi The 6th International Conference on Islamic and Muhammadiyah Studies. Kegiatan yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada 10–11 Februari 2026 di Surakarta secara hybrid ini diikuti peserta dari 10 negara.
 
Konferensi bertema “Religious Ethics in Times of Artificial Intelligence” menghadirkan akademisi bereputasi global, antara lain Prof. Abdelkader Beckhouche, Ph.D., Editor in Chief JCSIS Journal (Scopus) dari Qatar, serta pembicara utama Dr. H.R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., Wakil Menteri Agama RI. Forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan tentang etika keagamaan di tengah disrupsi kecerdasan buatan (AI).
 
Dari 223 artikel terpilih, karya berjudul “Reorienting Islamic Education: Southeast Asia Comparative Study of Maqāṣid al-Sharī‘ah and Artificial Intelligence” berhasil meraih peringkat terbaik. Artikel yang dipresentasikan oleh Muh. Rezky Zulkarnain ini masuk dalam Main Focus and Scope Sub Theme 1 Education dari lima subtema utama konferensi. Tim FH Unhas juga menjadi satu-satunya delegasi yang mewakili Unhas dari Makassar, Sulawesi Selatan.
 
Tim penulis terdiri atas Muh. Rezky Zulkarnain, Muhammad Fikri, Winanda Fajri Al Hakim, Abd. Rahman, Sardil Mutaallif, Eka Merdekawati Djafar, Haura Mudya Maysha, dan Wiranti—semua berafiliasi FH Unhas. Penelitian ini mengkaji studi komparatif Indonesia dan Malaysia tentang bagaimana pendidikan Islam perlu direorientasi untuk merespons transformasi digital tanpa kehilangan nilai dasar keislaman.
 
“Pendekatan maqāṣid al-sharī‘ah yang berfokus pada perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta dapat menjadi kerangka etik dalam memanfaatkan AI secara bertanggung jawab,” jelas Eka Merdekawati Djafar, S.H., M.H.
 
Sementara itu, Muhammad Fikri sebagai kontributor utama menegaskan bahwa AI harus diposisikan sebagai wasīlah (instrumen), bukan otoritas epistemik. “Kecerdasan buatan tidak boleh menggantikan otoritas moral dan nilai. Pendidikan Islam harus menjaga substansi agama sekaligus menguatkan nalar kritis, kesehatan mental, kemandirian ekonomi, dan kesiapan generasi menghadapi era digital,” ujarnya.
 
Gagasan ini dinilai relevan mengingat perkembangan AI kerap menimbulkan pertanyaan etik, mulai dari bias algoritma hingga dampaknya terhadap otoritas pengetahuan.
 
Dekan FH Unhas, Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H, M.H, M.A.P, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Forum ilmiah internasional adalah ruang strategis untuk menunjukkan kapasitas akademik sekaligus memperluas jejaring global. Prestasi ini membuktikan kualitas riset kita mampu bersaing,” tegasnya.
 
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Maskun, S.H, LL.M, menilai pencapaian ini sebagai indikator daya saing global sivitas akademika. “Ini bukan sekadar partisipasi, tetapi pengakuan kualitas. Tradisi riset, publikasi, dan keterlibatan aktif dalam forum internasional harus terus diperkuat,” ujarnya.
 
Fajlurrahman Jurdi, S.H., M.H., Pembina Pusaka HTN FH-UH, menambahkan bahwa keberhasilan ini menunjukkan relevansi kajian hukum tata negara dan pendidikan Islam dalam merespons perkembangan teknologi global. “Diskursus tentang AI tidak bisa dilepaskan dari nilai dan etika. Akademisi hukum harus hadir memberi arah agar teknologi tetap berpijak pada prinsip keadilan dan kemaslahatan,” tuturnya.
 
Seluruh artikel yang diterima memperoleh opsi pendampingan publikasi, baik di jurnal terindeks Scopus, jurnal nasional terindeks SINTA, maupun dalam bentuk proceeding konferensi. Peluang ini diharapkan memperkuat kontribusi ilmiah FH Unhas dan memperluas pengaruh pemikiran hukum Islam berbasis maqāṣid dalam wacana global tentang AI.
 
Kini, FH Unhas tidak hanya menjadi peserta diskursus global tentang masa depan AI, tetapi juga sebagai kontributor gagasan bahwa teknologi canggih harus tunduk pada nilai, keadilan, dan kemaslahatan umat.

#Arfah

No comments:

Post a Comment

Koran Wawasan Edisi 194, Februari 2023

"Prakiraan Cuaca Senin 14 Oktober 2024"


"KEPUASAN ANDA UTAMA KAMI"




BOFET HARAPAN PERI Jl. SAMUDRA No 1 KOMP. PUJASERA PANTAI PADANG
Selamat Datang diSemoga Anda Puas