MK2MDT, Pelantikan DPAC dan Akselerasi Akreditasi MDT: Konsistensi Perjuangan FKDT di Kota Padang
Oleh:
Firdaus Gani, kepala MDT Mukminin
Kegiatan Musyawarah Kerja Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah (MK2MDT) yang dirangkai dengan Pelantikan DPAC FKDT Kecamatan se-Kota Padang serta Pembinaan Persiapan Akreditasi MDT oleh Kepala Kementerian Agama Kota Padang menegaskan posisi Kota Padang sebagai pusat penggerak peningkatan mutu Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Sumatera Barat.
Sebagai Ketua DPW FKDT Sumbar, saya menyampaikan dukungan penuh atas konsistensi DPC FKDT Kota Padang yang terus melanjutkan program MK2MDT secara istiqamah. Program ini bukanlah hal baru, melainkan gagasan yang telah kami rintis sejak FKDT masih bernama FKMD. Saya dipercaya memimpin FKMD Kota Padang selama dua periode (2007–2013), sebelum FKDT lahir secara nasional pada 14 April 2012. Setelah itu, saya mengabdi di DPW FKDT Sumbar sebagai sekretaris (2013–2018), lalu dipercaya sebagai Ketua DPW FKDT Sumbar periode 2018–2023, dan kembali diberi amanah untuk periode kedua 2023–2028.
Gagasan MK2MDT lahir dari pengalaman kami sebagai tim pengendali mutu di MTsN Model Gunung Pangilun, di mana rapat rutin kepala madrasah menjadi instrumen penting peningkatan kualitas manajemen dan pembelajaran. Model ini kemudian kami adaptasi untuk MDT yang kala itu masih dikenal sebagai MDA agar memiliki forum strategis yang terstruktur. Fakta bahwa MK2MDT terus berjalan hingga Januari 2026, dengan sistem tuan rumah bergilir antar kecamatan, menunjukkan keberhasilan ide dan kematangan organisasi.
Penguatan mutu tersebut semakin konkret melalui Akreditasi MDT ala FKDT yang kini mendapat dukungan total dari Kepala Kemenag Kota Padang. Model akreditasi ini kami rumuskan dari pengalaman langsung dalam tim akreditasi MTsN Model Gunung Pangilun, dengan menyederhanakan 8 Standar Nasional Pendidikan menjadi 6 standar inti yang aplikatif bagi MDT. Pada tanggal 1sd 15 Februari 2026, sebanyak 197 lembaga MDT di Kota Padang akan mengikuti proses akreditasi sebuah langkah strategis dalam penataan mutu MDT secara menyeluruh.
Dalam rangkaian MK2MDT ini juga dilaksanakan pelantikan DPAC FKDT Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, dan Kuranji, yang menjadi pelantikan DPAC pertama di Sumatera Barat dengan SK langsung dari DPW FKDT Sumbar. Kebijakan ini merupakan implementasi Keputusan Munas FKDT 2022, yang secara filosofis menempatkan DPAC sebagai struktur kunci untuk menjangkau akar rumput: kepala madrasah, guru, santri, orang tua, dan masyarakat. Dengan pola ini, program nasional dan provinsi seperti ujian MDT, PORSADIN, batik guru dan santri, serta program unggulan FKDT lainnya—tidak lagi terhambat jika terjadi stagnasi di tingkat DPC.
Ke depan, saya berkomitmen melobi para Ketua DPC FKDT, Kementerian Agama kabupaten/kota, serta pemerintah daerah di luar Kota Padang, agar Padang dijadikan barometer dalam pelaksanaan MK2MDT, akreditasi MDT, hingga sertifikasi dan peningkatan kesejahteraan guru MDT—sebuah ikhtiar yang telah kami mulai sejak saya menjabat sekretaris FKDT Kota Padang.
Alhamdulillah, hari ini mulai tampak hasilnya. Terdapat wacana insentif guru MDT rata-rata Rp600.000 per bulan, dan bagi guru yang mengajar di MDTW malam hari berpotensi mendapatkan tambahan Rp300.000, sehingga total mencapai Rp900.000. Ini adalah bukti bahwa perjuangan struktural, konsistensi program, dan sinergi dengan Kementerian Agama serta pemerintah daerah mampu menghadirkan harapan nyata bagi masa depan Madrasah Diniyah Takmiliyah.
#Firdaus Gani


































No comments:
Post a Comment