Breaking

JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN 'CEGAH PENYEBARAN COVID-19'
https://www.mediawawasan.com/p/roller-coaster-script-by-javascript.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.mediawawasan.com/p/blog-page.html
COVID-19 DI INDONESIA Klik!
https://www.mediawawasan.com/p/coronavirus-adalah-kumpulan-virus-yang.html
COVID-19 DI SUMATERA BARAT Klik!
https://www.mediawawasan.com/p/covid-19-di-sumbar.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Wednesday, July 1, 2020

Dr Andani : Kita Gagal Paham Mengenai Covid-19

MWawasan,Padang(Sumbar) ~ Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr dr Andani Eka Putra, MSc menyebut bahwa selama ini terjadi gagal paham mengenai corona virus disease 19 (Covid-19). Menurutnya, gagal paham dan salah kaprah terhadap Covid-19 itu mengakibatkan kesalahan dalam menanangani virus tersebut.

“Masalah utamanya bagaimana cara kita memahami Covid-19. Hampir semua lini, mulai dari masyarakat, aparatur pemerintah, dan tenaga kesehatan gagal paham mengenai virus corona,” tegasnya, Rabu (1/7/2020).

Dr Andani melihat, selama ini terjadi ketakutan dan kecemasan tenaga medis saat menangani pasien Covid-19. Tenaga medis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang berlapis-lapis, sehingga sulit bernafas. Begitu juga saat melakukan penguburan jenazah pasien Covid-19.

“Bahkan ada petugas medis yang meninggal karena sulit bernafas akibat berlapisnya APD yang digunakan,” jelasnya.

Kemudian Dr Andani juga melihat penggunaan cairan disinfektan yang berlebihan dan tidak pada tempatnya. Disinfektan disebar di jalanan. Bahkan ada bilik disinfektan yang cairannya ditembakkan ke tubuh manusia, sehingga nantinya akan berakibat kepada iritasi dan kanker kulit.

“Untuk kulit ada antiseptik, seharusnya disinfektan disebar di gagang pintu, meja, dan tempat yang mudah tertempelnya virus,” katanya.

Padahal, Dr Andani melihat, tahapan pengelolaan pandemi Covid-19 di Kota Padang masih berada di fase pato genesis. Dimana di fase ini kejadian infeksi masih berada di bawah 40 persen. Kasus berat dan kematian masih sedikit, survailance dan diagnostik massif, penanganan awal di rumah sakit, dan pertempuran di lapangan.

“Karena itu, untuk memutus mata rantai ini perlu sosialisasi massif di tengah masyarakat, bagaimana masyarakat patuh mengenakan masker, tes PCR massif semua komponen tanpa Rapid Test, pemberdayaan nagari, dan lainnya, dengan memahami itu semua baru kita bisa bersahabat dengan Covid-19,” pungkasnya.

#MUFRI/ Charlie

No comments:

Post a Comment

Selamat Datang diSemoga Anda Puas