Breaking News

Kopi Dana P2DK, Terkenal Di Jambi


MWawasan,SAROLANGUN - (JAMBI) Kopi Batang Asai bermerek "Bukit Tempurung" yang memiliki rasa nikmat yang khas dengan kualitas yang tinggi, ternyata dihasilkan dari kebun kopi yang mengandalkan bantuan dana Program Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan (P2DK) Ro 200 Juta per tahun, program unggulan Bupati Sarolangun H Cek Endra dan bantuan langsung Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun.

Bahan baku kopi Bukit Tempurung  berasal dari kebun kopi Desa Muara Pemuat dan Desa Lubuk Bangkar Kecamatan Batang Asai.  Ini merupakan sebuah bukti program P2DK sangat berperan membantu masyarakat dalam peningkatan perekonomian.

"Bubuk kopi Bukit Tempurung bahan bakunya dominan dari hasil kebun kopi P2DK Desa Muara Pemuat, karena tidak tercukupi dari kebun kopi Desa Lubuk Bangkar," kata Rodinal Muchtar, SE  Kepala Desa (Kades) Lubuk Bangkar Kecamatan Batang Asai, beberapa waktu lalu,  yang mana merek kopi Bukit Tempurung sudah begitu dikenal di Provinsi Jambi.

Dari data yang dihimpun Media ini,  di Kecamatan Batang Asai cukup banyak warga desa yang berkebun kopi dan sudah menghasilkan, diantaranya yakni 40 persen warga Desa Muara Pemuat  dan 30 persen warga Desa Lubuk Bangkar.

"Di dua desa ini cukup banyak warga yang berkebun kopi, yakni 40 persen warga Desa Muara Pemuat  dan 30 persen warga Desa Lubuk Bangkar," tambah Kades Rodinal Muchtar.

Lanjut Kades,  di Desa Muara Pemuat
terdapat 40 Hektar kebun kopi dan sudah banyak yang menghasilkan,  sedangkan di Desa Lubuk Bangkar ada sekitar 20 Hektar, dimana 5 hektar bantuan Dinas Pertanian Sarolangun tahun 2016 sudah panen dalam dua tahun ini, sedangkan 15 Hektar dari bantuan program P2DK baru mulai berbuah.

"Kebun kopi P2DK Desa Muara Pemuat lebih duluan ditanam,  jadi sudah menghasilkan, kalau kebun kopi P2DK Desa Lubuk Bangkar mulai berbuah, belum bisa dipanen," jelas Kades.

Kades Rodinal Muchtar menyebut, untuk menunjang objek wisata Bukit Tempurung, dana program P2DK Desa Lubuk Bangkar juga dimanfaatkan untuk berkebun buah-buahan yang dapat dikonsumsi langsung seperti tanaman Lengkeng dan lainnya,

"Selain tanaman kopi, kami juga  menanam  bibit buah-buahan seperti lengkeng dan lainnya, agar pengunjung wisata  Bukit Tempurung nantinya juga bisa menikmati buah-buahan yang dipetik langsung di tempat wisata," terangnya.

"Disamping untuk peningkatan ekonomi masyarakat,  juga untuk keindahan objek wisata," pungkas Kades Rodinal Muchtar.

Sebagaimana diketahui,  program P2DK Bupati Sarolangun H Cek Endra bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat menuju masyarakat sejahtera,  di Kecamatan Batang Asai yang terdiri dari 23 Desa, menikmati langsung dana P2DK dengan jumlah dana Rp 4,6 Milyar per tahun  dari APBD kabupaten Sarolangun yang dimanfaatkan masyarakat dalam usaha ekonomi kerakyatan.



#iksan

No comments