Breaking News

Disnakan Lakukan Program Sapi Bunting

MWawasan,Sarolangun - (JAMBI)Guna meningkatkan jumlah populasi ternak sapi di Di Kabupaten Sarolangun, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Sarolangun melakukan program sapi Bunting.

Salah satunya, di Desa Kasang Melintang, Kecamatan Pauh. Sabtu (11/01) kemarin, Kepala Disnakan H Masturo beserta jajarannya melakukan pelayanan kesehatan ternak sapi Program Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan (P2DK).

Dalam pelayanan kesehatan ternak tersebut, pihaknya memberikan hormon perangsang birahi bagi ternak sapi tersebut, lalu kemudian beberapa hari kedepan akan dilakukan Inseminasi buatan (IB) untuk program sapi Bunting bagi ternak sapi betina.

"Ada 18 ekor kita layani ternak sapi di desa kasang melintang, dengan pemberian hormon/perangsang birahi ternak dan diharapkan pada hari rabu tanggal 15 januari besok akan dilaksanakan IB dan 3 bln berikutnya akan dilakukan pemeriksaan kebuntingan (pkb)," kata Kadisnakan Masturo, Minggu (12/01) kemarin.

Selain program sapi Bunting tersebut, pihaknya juga memberikan pelayanan densinfektan kandang ternak sebanyak 6 botol dengan isi 50 Ml. Bertujuan untuk membasmi kuman penyakit atau mikroorganisme serta mencegah pencemaran oleh jasad renik atau kuman.

Ia juga menjelaskan bagi desa yang menginginkan pelayanan kesehatan ternak ini, diharapkan agar langsung menghubungi dinas peternakan dan perikanan.

Katanya, pihaknya siap turun ke lapangan, dengan catatan para peternak bersedia menyiapkan tempat dan membuat kandang jepit.

"Silahkan hubungi kami, kita akan buat kesepakatan jadwal. Tapi dengan catatan masyarakat bersedia mengumpulkan ternak, kami akan turun. Kemarin ada dari bukit bukan, kami siap hadir," katanya.

Ia juga mengaku pelaksanaan pelayanan kesehatan ternak ini, juga dalam rangka mendata jumlah ternak yang ada di Kabupaten sarolangun, baik itu ternak swadaya masyarakat (mandiri) maupun ternak bantuan dana pemerintah seperti dana P2DK.

"Pelayanan kesehatan ternak yang akan dikunjungi, kegiatan inseminasi buatan, peternak harus sanggup mengikuti minimal pertemuan tiga kali, sebab kalau tidak sanggup ib ini akan sia-sia," katanya.

Ketika ditanya, apakah ada biaya pemeriksaan kesehatan ternak ini? Ia menjawab bahwa karena pemeriksaan kesehatan hewan ini dilakukan secara langsung oleh tenaga kesehatan, dan tidak semua obat atau vaksin di beli oleh pemerintah.

Maka para peternak memberikan dana sengan suka rela tanpa ada paksaan, hanya saja biasanya sejak dari dulu setiap pemeriksaan hewan ini, peternak biasanya memberikan uang sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

"Bayarannya relatif kecil, karena tidak semua vaksin atau obat dibeli pemerintah, kemudian dokter kami itu juga memeriksa kesehatan itu langsung memasukkan tangannya ke dalam vagina ternak, pemeriksaan kesehatan hewan dan pemberian vitamin itu biasanya kalau yang sudah-sudah peternak memberikan Rp 50.000 atau paling banyak Rp 100. 000, tapi tidak diminta, "katanya.

#iksan

No comments