Breaking News

DinKes Kota Dumai Bersama Dinkes Propinsi Riau Tinjau Masyarakat Kecamatan Sungai Sembilan

MWawasan, Dumai (RIAU)~ Dinas Kesehatan Kota Dumai bersama tim Dinas Kesehatan Propinsi Riau,melalui bidang pencegahan dan pengendalian  penyakit ( P2P ) mendatangi lingkungan masyarakat Kecamatan Sungai sembilan salah satu nya tim P2P Dinkes terjun meninjau kelurahan Basilam Baru, bertujuan melakukan Upaya pengendalian penyakit menular berbasis Vektor.

Pada peninjauan tim Dinas Kesehatan propinsi Riau bersama Dinas Kesehatan Kota Dumai langsung mendatangi kelingkungan masyarakat, Kamis (10/10/2019) yaitu mendatangi ke salah satu  rumah  warga masyarakat  di RT. 21 Kelurahan Basilam Baru Kecamatan Sungai Sembilan guna melakukan sosialisasi pengendalian penyakit menular berbasis Vektor.

seperti penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegipty penyabab DBD dan nyamuk anopheles penyebab penyakit Demam Malaria,hal tersebut bagaimana cara pencegahan dan mengantisipasi dampak penyakit Demam berdarah maupun penyakit Malaria yang di sebabkan oleh  dua jenis nyamuk tersebut.

Pada saat kegiatan berlangsung di lapangan turut hadir melibatkan tim medis dari Dinas Kesehatan  antara lain, Kabid P2P Dinkes Propinsi Riau Muhammad Ridwan, SKM, M.Kes, P2P Dinkes Propinsi Riau Dr.Heru Martono,Kabid P2P Dinkes Kota Dumai- Nurbaiti.SKM.Si,juga didampingi hadir dari perwakilan Kelurahan Basilam Baru Kasi Pemerintahan Pungki setiawan isakh.S.sos.M.Si bersama RT.21 Kelurahan Basilam Baru- Ahmad Fauzi.

Di konfirmasi wartawan pada kegiatan berlangsung di lapangan kepada salah seorang tim Dinkes yang mengikuti kegiatan tersebut kepada Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Dumai Nurbaiti.SKM.Si pada Kamis 10/10;2019 menjelaskan,"

"saat ini kita sedang melakukan kros cek kelapangan bahwa diketahui dari laporan pihak puskesmas ada salah seorang warga masyarakat RT.21 Kelurahan Basilam,Kecamatan Sungai sembilan dijabgkiti sakit malaria,berinisial Tukiman ( 60 ), ia penderita penyakit malaria ini baru 1 minggu karena di curigai malaria, dilakukan cek labor,sakit yang di deritanya selama ini hipertensi ujar, Nurbaiti, SKM.Si."

untuk itu disikapi oleh Pihak tim Dinas Kesehatan langsung mendatangi rumah kediaman warga yang di curigai kena demam malaria berinisial Tukiman ( 60 ) untuk di lakukan peninjauan kros cek dan ricek di sana,"

"Lebih lanjut melihat situasi kondisi lingkungan rumah kediamanya, ada sebuah genangan air dalam kanal/ parit di depan rumah nya di duga di parit/ kanal tersebut banyak bersarang nyamuk malaria maka tim Dinkes langsung mengambil sample air limbah dari saluran kanal yang berada di depan rumah bagi pesakit malaria untuk di lakukan uji labor,

"Selain itu  ketika berada di rumah kediaman Tukiman si pesakit malaria,tim medis Dinas Kesehatan melakukan uji sediaan darah ( negatif/ pisitif ) kepada seluruh anggota keluarga juga kepada warga masyarakat yang ada di sini di ambil setetes sample darahnya,melihat dari sample darah tersebut apakah ada tertular penyakit Malaria maupun penyakit Demam berdarah ( DBD ) yang di sebabkan oleh nyamuk Aides, Kalau ada  kasus seperti ini kita fokus untuk menghentikan penularannya biar tidak menyebar."

Lebih lanjut Nurbaiti untuk menyikapi masalah ini di himbau kepada warga masyarakat supaya tetap menjaga kebersihan lingkungan baik di dalam rumah maupun di luar rumah,dan di harapkan selalu di adakan gotong royong guna menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan seminggu sekali.

Seperti dimana ada tempat bersarangnya nyamuk parit,selokan,kanal,tempat air bersih dan lain sebagainya,pada umumnya nyamuk DBD suka bersarang pada tempat penampungan air bersih yang tidak bersentuhan dengan tanah,lain halnya dengan nyamuk malaria suka bersarang pada genangan air yang bersentuhan dengan tanah seperti selokan/ parit dan lainya,

"untuk hal tersebut pentingnya kita sikapi bersama mentrapkan kewaspadaan dini yang berbasis lingkungan dan membiasakan prilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS ),"

Dihimbau kepada masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk ( PSM ) sedini mungkin seperti dengan cara 3 M Plus yaitu dengan menguras tempat penampungan air seminggu sekali, menutup tempat penampungan air dan mendaur ulang atau menimbun barang barang bekas.

Plusnya yaitu tidur pakai kelambu,gunakan lotion anti nyamuk,,jangan menggantung pakaian di dalam rumah,dan menaburkan bubuk pembunuh jentik pada penampungan air yang sulit di kuras.

Kalau perlu guna mengantisipasi supaya nyamuk tidak bisa bersarang di dalam bak/ tempat air bersih sebaiknya di taburi bubuk pembunuh jentik jentik nyamuk,silahkan pergi ke puskesmas yang terdekat bubuk pembunuh jentik jentik nyamuk  ada di sediakan sana di beri secara gratis untuk masyarakat.

"Untuk itu pentingnya kita sikapi bersama selalu menjaga kewaspadaan dini yang berbasis lingkungan dan mentrapkan prilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS ) supaya terhindar dari penyakit DBD dan demam malaria," ujar Nurbaiti, SKM.Si kepada www.mediawawasan.com.

#Muhardi

No comments