Breaking News

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar Kunker ke Kabupaten Sijunjung

MWawasan, Sijunjung (SUMBAR)~ Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Ir. Arcandra Tahar, M.Sc., Ph.D didampingi anggota DPR RI Alex Indra Lukman, Dubes Indonesia di Repulik Ceko dan lainnya melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sijunjung, Jum'at (05/04/19).

Arcandra Tahar lahir di kota Padang tahun 1970. Pada kunjungan kerjanya di Sijunjung Wamen ESDM Arcandra dengan lancar berpidato di depan masyarakat Sijunjung. Arcandra berpidato layaknya sudah setiap hari bertemu masyarakat Sijunjung. Dengan pembawaannya yang humoris dan penuh canda Wamen ESDM mengundang tawa seluruh undangan yang hadir di gedung pancasila pada kesempatan itu, mungkin itu karena Arcandra juga urang awak.

Bahkan Arcandra menggoda Wakil Bupati Sijunjung Arrival Boy, Arcandra membahas arti nama Arrival Boy yang membuat Wabup Sijunjung itu sontak tersenyum. Tak hanya Wabup Arrival Boy yang berhasil dibuat tersenyum Kepala Kemenag dan anggota DPR RI Alex Indra Lukman juga tak luput dari candaan Wamen ESDM RI Ir. Arcandra Tahar.

Dalam kunjungan kerja ke Sijunjung tersebut Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar disambut hanyat oleh Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, Wakil Bupati Sijunjung Arrival Boy, Sekdakab Zefnihan, Ketua DPRD Sijunjung, Unsur Forkopimda, beserta Wali Nagari dan Kepala Jorong se Kabupaten Sijunjung.

Kunjungan kerja dimaksudkan untuk mensosialisasikan capaian kinerja kementerian ESDM. Arcandra Tahar menyampaikan kinerja kementerian ESDM selama 4 tahun belakangan ini melalui sebuah video yang berdurasi lebih kurang 5 menit. 

Arcandra menyebutkan bahwa "penerimaan negara bukan pajak tahun 2018 mencapai  270 T dan 50% pendapatan negara bukan pajak diwakili oleh kementerian ESDM. Semua itu diperoleh kementerian ESDM dari tambang minyak, gas, batu bara dan lain sebagainya", Tegas Arcandra

Dalam kesempatan itu, Arcandra membahas BBM (Bahan Bakar Minyak) " Siapa percaya BBM naik? dan siapa percaya BBM turun? Tidak ada BBM naik. Harga solar pada tahun 2014 di awal pemerintahan per liternya Rp. 7500, dan saat ini harga solar per liter Rp. 5150, harga premium 2014 yaitu Rp. 8500/liter, 2019 seharga Rp. 6450/liter. Siapa yang percaya BBM naik sekarang? Siapa yang percaya BBM turun sekarang?", ucap Wamen ESDM

Arcandra juga menyampaikan harga premium di Mentawai senilai 15-25 ribu rupiah per liter. Dan di Papua bisa mencapai 60-100 ribu rupiah per liter di kios minyak eceran. " Boleh tidak pemerintah lewat presiden mencanangkan program BBM satu harga?" Tanya Arcandra. Agar saudara kita yang ada di Mentawai dan Papua merasakan harga BBM sama dengan yang kita rasakan di Sijunjung.

Pernah ada berita BBM satu harga akan membangkrutkan Pertamina, itu tidak benar. Karena Kaltek yang ada di Riau pada 2021 100% akan dikelola oleh Pertamina, 1 Blok nya menghasilkan 800 T dalam 20 tahun. Jadi 1 tahun akan menghasilkan 20 T. 20 T 1 Blok per tahun itu Pertamina tidak rugi, karena target 170 titik BBM satu harga di Indonesia maksimal biaya yang dikeluarkan itu hanya 800 M.

Kemudian Arcandra juga mengklarifikasi kenaikan tarif listrik. Tarif listrik itu tidak naik, hanya saja rumah tangga yang selama ini menerima subsidi tetapi sebenarnya tidak berhak mendapat subsidi, subsidinya dicabut. Itulah yang membuat masyarakat merasa tarifnya naik. Jadi bukan tarifnya yang naik, subsidinya yang dicabut.

Mengenai PT Freeport Indonesia, Wamen ESDM menjelaskan perjalanan perjanjian PT Freeport dengan pemerintah Indonesia mulai sejak tahun 1991, 1994, hingga ke Januari 2017, sampai akhirnya ke Desember 2018 baru mencapai kata sepakat 51% saham PT Freeport milik Indonesia.

#Ayu

No comments