Breaking News

Generasi Millennial Diharapkan Motor P4GN

Gusrina Meli Pegawai Swasta
MWawasan, Padang( SUMBAR)~ Wujudkan Masyarakat Sumatera Barat dan Kota Padang bersinar atau bersih dari bahaya narkoba harus didukung oleh semua kalangan. Baik pemerintah, Penggiat Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan diharapkan sekali generasi millennial. 

Generasi millennial harus paham dan mengerti dengan bahaya penyalahgunaan narkoba bahkan harus ikut sebagai motor  P4GN. "Kalau masyarakat Sumbar dan Kota Padang ingin Sumbar dan Kota Padang  bersinar atau bersih narkoba maka semua elemen mayarakat harus bulatkan tekad perang terhadap narkoba", ungkap Gusrina Meli pegawai swasta kepada www.mediawawasan.com, Rabu (13/03/2019) di sela- sela kesibukannya melayani penumpang di Trans Padang.

Meli menilai pekerjaan tidak akan menghambat seseorang aktif dalam P4 GN, sebab narkoba merupakan musuh bersama dan akan menghancurkan generasi muda (millennial). "Narkoba sangat merugikan dan merusak generasi millennial", ungkap perempuan kelahiran 7 Agustus 1997 Batuang Bajawek Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat itu.

Alumni Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMKN 5 Solok Selatan juga mengatakan banyaknya generasi millenial terjerumus ke dunia narkoba akibat pergaulan dan kurangnya perhatian orang tua dan keluarga.

Untuk itu, diharapkan kepada kedua orang tua dan keluarga untuk memberikan pendidikan yang layak dan berikan dukungan untuk pola hidup yang sehat dan baik. " Semua tergantung orang tua dan keluarga mereka masing- masing", tegas Meli.

Selama lebih kurang dua tahun, saya bekerja di Trans Padang, ungkap Meli. Saya sangat prihatin dengan lingkungan sekitar Imam Bonjol, sangat banyak saya temukan yang mengkonsumsi barang- barang terlarang tersebut, yang paling sering saya temukan anak- anak dibawah umur berlomba- lomba menghirup lem, ungkap perempuan yang masih berstatus gadis ini.

Lebih lanjut diungkapkan Meli, melihat kondisi tersebut saya terpaksa diam karena tidak berani berkomentar ataupun menegur. Bahkan mereka sudah sering sekali dibina anggota Polresta Padang tapi tidak juga jera, jelas gadis yang bercita- cita sebagai pengusaha mengakiri pembicaraan dengan media ini.

#Buya

No comments