Breaking News

Pasar Modren Singkut Kerap Dijadikan Tempat Anak Punk dan Mesum

MWawasan, Sarolangun (JAMBI)~ Gedung Pasar Modren yang baru selesai dibangun tahun 2018 lalu dengan memakan biaya miliaran rupiah itu belum diresmikan Pemerintah Kabupaten Sarolangun untuk dioperasikan.  Bahkan saat ini kondisinya sangat memprihatinkan yang terkesan tidak ada perawatan serta luput dari penjagaan dari tangan-tangan yang jahil.

Dari pantauan harian ini, Jumat (01/02) kemarin, tampak gedung pasar singkut dari luar berdiri megah dan kokoh, namun sayang ketika berada di dalam tampak banyaknya fasilitas yang rusak, seperti pintu rolling yang bolong bahkan banyak yang hilang. Kemudian dinding-dinding juga banyak jebol, serta lantai yang berserakan dengan pecahan dinding, sampah plastik, dan lantai berdebu.
Tak hanya itu, di samping gedung pasar singkut juga menjadi tempat pembuangan sampah rumah tangga serta sampah pasar yang sudah menumpuk lama serta mengeluarkan bau tidak sedap, meskipun sudah di pasang himbauan bertuliskan "Dilarang buang sampah disini, yang buang sampah semoga miskin". 

Salah seorang warga singkut, mengatakan gedung pasar singkut yang baru selesai dibangun memang sudah banyak yang rusak, bahkan di gedung tersebut dilantai dua dan tiga, kerap dijadikan tempat perkumpulan anak punk, dan pemuda-pemudi yang berpacaran.

"Banyak yang rusak diatas, dijadikan tempat ngumpul minum, pacaran dan maaf mesum. Waktu itu ada kejadian sekali, dari anak sekolah," kata warga yang enggan namanya disebutkan.

Warga juga menyebutkan bahwa memang rencananya pasar tersebut mau diresmikan akhir tahun yang lalu, namun dirinya tidak mengehui persis apa kendalanya sehingga sampah saat ini belum diresmikan.

Kemudian, katanya pedagang di pasar singkut yang mau dipindahkan untuk menempati kios-kios pasar tersebut juga mengeluh dengan besaran kontrak yang dinilai cukup tinggi mengingat kondisi perekonomian di singkut belum optimal.

"Kalau dilihat, bilangnya mau diperbaiki, tapi belum diresmikan. Katanya sih tahun kemarin, tapi tidak jalan. Pedagang yang jualan disekitar gedung ini kan mau digusur, tapi masih nekat karena pedagang kan mau cari rezeki," katanya.

"Kendalanya kan pakai dana juga sich, pindah kesini pasti uangkan, kontraknya besar, jadi pedagang juga berat. Kalau dipikir-pikir belum tentu pedagang mau kesini, karena melihat kondisi pasar dan perekonomian masyarakat singkut," katanya.

Ia berharap agar gedung pasar singkut ini bisa diperbaiki secepatnya dan diresmikan, sehingga para pedagang bisa menempati pasar tersebut  dengan aman, tertib dan lancar.

"Kalau di pake ini belum ada, fasilitas air dulu ada, tapi sekarang tidak jalan. Kami harap diperbaiki secepatnya, karena saat ini untuk ditempatkan belum layak, dan pedagang dipindahkan kesini yang tertata dengan baik," harapnya.


#iksan

No comments