Breaking News

Musim Penghujan, Hewan Ternak Rawan Terkena Diare


MWawasan, Sarolangun~  Musim penghujan saat ini yang terus terjadi di Kabupaten Sarolangun, berdampak terhadap kesehatan hewan ternak seperti Sapi, Kerbau, Kambing ataupun ayam.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Asnawi, Kamis (06/12) kemarin mengatakan bahwa biasanya pada musim penghujan hewan ternak akan kerap kali mengalami penyakit diare atau mencret.

Hal itu disebabkan hewan ternak yang memang makanan sehari-harinya adalah rumput, pada saat musim penghujan akan mengalami peningkatan kadar air di dalam rumput.

Tak hanya itu, ketika musim hujan rumput juga banyak tercemar oleh infeksi atau bakteri dari limbah sungai, sehingga ketika di makan hewan ternak akan mudah menyebabkan diare.

"Ternak ini kalau musim hujan biasanya terkena penyakit diare, karena makan rumput banyak mengandung air dan kotoran, dan itu tidak didukung oleh suhu tubuh, yang kedinginan. Banyak mengandung air dan oksigen, biasanya seperti itu," katanya.

Asnawi juga menjelaskan pada musim hujan juga berpotensinya penyakit flu burung pada unggas dan ayam, sehingga  yang menyebabkan ayam mati mendadak.

"Kalau ayam biasanya flu burung, lembab. Sementara dampak penyakit diare juga akan membuat hewan ternak menjadi kurus sebingga harus dilakukan perawatan dan pengobatan," katanya.

"Musim penghujan, peternak harus punya stok makanan rumput yang kering, dan apalagi kambing kalau ngasih makan terlalu pagi karena masih basah akan kembung, kalau seperti kotoran keluar mencret," katanya.

Sementara itu, Kebid Kesehatan Hewan, Endang Supardi mengatakan penyakit diare pernah terjadi beberapa hari yang lalu, akibat pakan yang tercemar cacing sehingga mencret.

"Diare itu hal yang biasa tetjadi, karena musim penghujan, pakannya mengandung air yang cukup tinggi. semua penyakit diare karena pencemaran, infeksi bakteri, kualitas pakan kurang baik karena banjir serta virus yang tumbuh subur pada waktu musim penghujan," katanya.

Ia menghimbau agar para peternak untuk, agar ternak hewan dipelihara di kandang, apalagi hewan ternak makan sudah ada kejadian hak tersebut.

"Diare karena infeksi sehingga bocor. jumlahnya masih normal. Kemarin saya bertemu pada sapi ada dua hari yang lalu, pakan yang tercemar oleh cacing sehingga mencret. Kalau mereka melaporkan kita akan melayani, kita akan lakukan perawatan dan pengobatan," katanya.
Begitu juga pada ternak ayam, peternak diharapkan bisa melaksanakan dan juga memelihara dan pencemaran.

"Kalau musim penghujan upayakan pakan yang tidak tercemar dengan limbah, kalau disabitkan upayakan dianginkan agar airnyavturun, atau dikasih pakan yang serta tinggi. Kalai flu burung harus dibuktikan uji tes, ketika ada laporan ayam mati, ada bangkainya. Kalau dulu sekali banyak yang mati mendadak," katanya.


#Iksan