Breaking News

Disperindagkop Kirim Sampel Anggur untuk Uji Labor ke BPOM Jambi


MWawasan, Sarolangun~ Dinas Perindustrian, Perdagangan, UKM dan Koperasi, Kabupaten Sarolangun saat ini tengah menunggu hasil uji laboratorium terkait kabar dugaan anggur merah yang marak di jual para pedagang di pusat kota sarolangun, yang diduga mengandung bahan berbahaya seperti kandungan formalin.

Hal itu dicurigai masyarakat ketika pada saat membeli anggur tersebut, yang memiliki warna cerah dan harganya juga lebih murah yakni 40 ribu perkilo gram, jika dibandingkan dengan harga anggur yang ada di toko buah, berkisar 60 ribu perkilonya.

Kabid Perdagangan, Amin Faisol, Rabu (17/10) kemarin, mengatakan bahwa sampel anggur telah dikirim ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jambi beberapa hari yang lalu, hanya saja hasilnya belum diketahui apakah memang ada kandungan berbahaya seperti yang diberitakan sebelumnya.

"Hasilnya belum keluar. Kita sudah kirim sampel beserta persyaratan untuk uji labornya ke BPOM Jambi," katanya.

Sementara itu, Kadis Perindagkop, UKM, dan Koperasi, Kholidi, mengatakan bahwa dirinya sudah turun langsung menemui pedagang anggur tersebut, dan melakukan diskusi menanyakan asal usul buah anggur tersebut.

Katanya, pada saat menanyai pedagang buah anggur tersebut, bahwa sudah melakukan tes di pekan baru, ironisnya lagi saat ditanyai malah pedagang tersebut memakan buah tersebut untuk meyakinkan disperindagkop bahwa barang dagangannya tidak membahayakan.

"Kemarin ada di simpang raya, ada satu orang jualan disana, sudah saya minta kabid perdagangan ambi sampel bawa ke BPOM di tes, karena kita tidak punya alatnya. Cuman di jambi sudah dites, tidak apa apa katanya. Di duga kandungan formalin, dan harganya murah 40 ribu per kilo. Pas saat saya tanya, bilang di dari medan. sudah beberapa kali dites, depan q dia makan. Tesnya di pekanbaru katanya (pedagang. red)," katanya lagi.

Ia berharap agar pihaknya dalam waktu dekat ini menerima hasil uji labor dari BPOM Jambi tersebut. Selain itu, kepada masyarakat dihimbau agar berhati-hati dalam membeli buah-buahan yang mendadak murah.

"Mudah mudahan hasilnya keluar cepat, kita minta masyarakat tetap hati hati, karena kalau harga murah, pasti dicurigai, karena di toko harganya sekitar 60 ribu. Kita tidak bisa menuduh, harus kita buktikan dulu, melalui Bpom jambi," katanya.


#Iksan