Breaking News

Konjen RI Terus Garap Peluang Bisnis Pakistan

 
MWawasan.Karachi(PAKISTAN)~ "Peluang bisnis di Indonesia tidak hanya selalu berkaitan dengan barang-barang yang besar seperti komoditas dan manufaktur, namun terkadang juga dari barang-barang consumer goods", demikian ditegaskan Konsul Jenderal RI Karachi, Dempo Awang Yuddie, kepada Presiden Korangi Association of Trade and Industry (KATI), Masood Naqi, dan para pebisnis Pakistan dalam pertemuan di kantor KATI di Korangi Industrial Area (KIA), Karachi, Pakistan (30/8). Hal tersebut mengilustrasikan banyaknya peluang yang dapat diambil oleh pebisnis Pakistan di Indonesia.

Pada pembukaannya, Masood Naqi mengutarakan keinginannya untuk dapat membangun hubungan bisnis yang lebih besar dengan Indonesia. Dengan nilai ekspor Pakistan yang defisit cukup besar terhadap Indonesia, KATI menyampaikan bahwa masih banyak hal yang dapat dikerjasamakan antara kedua negara.

Salah seorang pebisnis yang juga importir minyak kelapa sawit Indonesia, Umar Rehan, bahkan berminat untuk mendirikan penyulingan minyak kelapa sawit di Indonesia dan pada kesempatan tersebut meminta informasi terkait mekanisme penanaman modal di Indonesia, sekaligus untuk matchmaking dengan perusahaan minyak kelapa sawit di Indonesia. Para pengusaha lainnya mendiskusikan beberapa kemungkinan kerja sama Indonesia-Pakistan antara lain terkait produk-produk halal (makanan dan kosmetik), keuangan berbasis Syariah (Islamic financing), asuransi berbasis Syariah (takaful), serta kemungkinan mendatangkan ahli batik Indonesia untuk mengadakan training of trainers membatik di Karachi, Pakistan.

Konjen RI Karachi menyambut baik ketertarikan KATI tersebut dan menyarankan agar KATI dapat melakukan outreach kepada pebisnis di Indonesia. Disampaikan pula Indonesia memiliki beberapa kawasan industri terkemuka, yang juga berprospek untuk kerja sama business-to-business. Terlebih lagi, dengan dicabutnya Pakistan dari daftar calling visa Indonesia, Konjen RI Karachi menegaskan peluang pebisnis Pakistan untuk meningkatkan bisnisnya di Indonesia sangat terbuka lebar, dan harus dimanfaatkan.

Konjen RI Karachi menyampaikan pula bahwa berdasarkan data Kemendag RI, telah terjadi peningkatan perdagangan antara Indonesia dan Pakistan pada periode Januari – Mei 2017 senilai USD 1,1 Miliar atau naik sebesar 23%, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016, yang hanya sebesar USD 890 Juta. Diharapkan bahwa pada akhir tahun 2017, perdagangan Indonesia-Pakistan dapat mencapai USD 2,5 Miliar.

Konjen RI Karachi juga tidak lupa menginformasikan pelaksanaan 32nd Trade Expo Indonesia di BSD City, Indonesia tanggal 11-15 Oktober 2017 serta mengajak para pengusaha untuk ikut mendaftar dan datang sebagai buyers dan potential investors serta menjajaki kemungkinan-kemungkinan menjalin bisnis dengan perusahaan-perusahaan Indonesia.

Masood Naqi mengapresiasi informasi yang disampaikan oleh Konjen RI Karachi dan meyakini kedepannya, dengan semakin terbukanya kesempatan berbisnis antara Indonesia dan Pakistan, akan terjadi peningkatan nilai perdagangan serta kerja sama yang saling menguntungkan antar kedua negara. 
#Gan/ KJRI Karachi

No comments