Breaking News

Warga Rusia Antusias Ikut Lomba Pidato Bahasa Indonesia

MWawasan.RUSIA~ "Saya suka dengan Indonesia karena orangnya sangat ramah, baik, dan positif", kata Natalia Igorevna Rudik, mahasiswi S1 jurusan ilmu tanah, di Lomonosov Moscow State University (MGU), pada saat ditanya mengapa dia menyukai dan mau belajar Bahasa Indonesia. Sementara peserta lainnya, Ivan Belikov, mahasiswa S1 jurusan filologi dan spesialisasi Indonesia dari universitas yang sama mengekspresikan kecintaannya terhadap Indonesia dengan mengatakan 

"Saya suka dengan Indonesia karena rakyat Indonesia baik hati, alamnya Indonesia indah sekali dan bahasanya seperti aliran air jernih. Jiwa orang Indonesia sangat dekat dengan jiwa orang Rusia", ujarnya dengan antusias.

Itulah sepenggal ekpresi dari 12 peserta warga Rusia yang mengikuti lomba pidato dan story telling Indonesia yang sebagian besar diikuti oleh mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Moskow, antara lain, dari MGU, Academy of Public Administration, dan MGIMO University. Bahkan beberapa dari mereka sudah bekerja dan belajar Bahasa Indonesia secara mandiri atau memgikuti kursus yang diselenggarakan oleh KBRI Moskow.

Lomba Pidato dan Bercerita (Story Telling) Bahasa Indonesia diselenggarakan oleh KBRI Moskow bekerjasama dengan Sekolah Indonesia Moskow (SIM), bersamaan dengan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-109 bertempat di aula KBRI Moskow tgl 20 Mei. Tema peringatan kali ini adalah "Pemerataan Pembangunan Indonesia yang Berkeadilan sebagai Wujud Kebangkitan Nasional".

Untuk pidato, panitia menetapkan  judul "Pentingnya belajar Bahasa Indonesia". Sementara untuk lomba story telling, para peserta mengambil judul legenda/cerita rakyat Nusantara, antara lain cerita Nyai Roro Kidul,  Roro Mendut, Asal Mula Danau Toba, cerita Calon Arang, legenda Batu Menangis, dan cerita Roro Jonggrang. Pelaksanaan kegiatan lomba pidato dan story telling dilaksanakan untuk mempromosikan bahasa Indonesia bagi masyarakat Rusia serta mendekatkan keeratan hubungan kedua bangsa.

Kegiatan Peringatan Harkitnas ke-109 dibuka secara resmi oleh Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid ​Supriyadi. Dalam sambutannya Dubes RI menyampaikan sejarah kebangkitan nasional dan organisasi Budi Oetomo, situasi dunia di tahun 1908 serta relevansi dari peringatan Harkitnas saat ini bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Terkait pelaksanaan lomba pidato Bahasa Indonesia, Dubes RI menyambut gembira semakin meningkatnya minat para pemuda dan pemudi Rusia untuk mempelajari Bahasa Indonesia. Hal ini tidak lepas dari semakin meningkatnya hubungan kedua negara di berbagai bidang, khususnya di bidang ekonomi perdagangan dan pendidikan. ​

Dalam Seminar dan Diskusi Interaktif Peringatan Harkitnas ke-109, tiga mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Rusia tampil sebagai nara sumber. Widya Priyahita, mahasiswa S2, Global Public Policy di RANEPA, membahas tentang program nasional pemerintah Presiden Jokowi yang secara sederhana tercermin dari Nawacita. Sebagian program telah terlaksana namun masih ada beberapa kekuarangan-kekurangan. Tinu Sicara, mahasiswi S2, Jurnalistik di People's Friendship University of Russia/RUDN berbicara tentang potensi maritim yang selama ini banyak diabaikan dan ambisi Presiden Jokowi untuk menjadi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia patut diapresiasi. 

Sementara Ardhyanta Purba, mahasiswa S2 Socioeconomic and Politicial Development di Higher School of Economics/HSE, membahas tentang merosotnya nilai-nlai nasionalisme di Indonesia. Bertindak sebagai moderator adalah Dwi Rahayu, mahasiswi S2, Nuclear Power and Thermophysics di National Research Nuclear University, MEPHI.



#Gan