Breaking News

Pahami Sejarah, 45 peserta workshop LKAS 2017 Kunjungi Benteng Bersejarah Makasar

MWawasan.MAKASAR~ Ekskursi digelar Minggu (21/5/2017), 45 peserta workshop LKAS 2017, berangkat dari penginapan menuju lokasi pertama di Fort Rotterdam, lalu dilanjutkan ke lokasi kedua di Fort Somba Opu.

 

Peserta didampingi dua pemandu dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulawesi Selatan. Selain menambah wawasan sejarah, juga belajar langsung mengambil gambar yang baik di lapangan.

Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) merupakan peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo, terletak di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Dibangun pada 1545 oleh Raja Gowa ke-9, I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna. Awalnya benteng berbahan dasar tanah liat, lalu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi benteng diganti batu padas dari Pegunungan Karst di Maros.

Benteng ini mirip seekor penyu yang akan  turun ke laut. Dari segi bentuk kental filosofi Kerajaan Gowa, penyu bisa hidup di darat dan di laut. Begitu pula Kerajaan Gowa bisa berjaya di daratan maupun di lautan.

Benteng Somba Opu merupakan peninggalan Kesultanan Gowa, dibangun Raja Gowa ke-9 Daeng
Matanre Karaeng Tumapa'risi' Kallonna pada abad ke-16. Terletak di Jalan Daeng Tata, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. 

Di masa kejayaannya menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan. Dimana, rempah-rempah yang diperjualbelikan untuk pedagang dari Asia, sekitar Indonesia dan wilayah Eropa dipasok dari tempat itu.

Pada 1669 benteng dikuasai oleh VOC, lalu dihancurkan hingga terendam ombak pasang. Pada 1980-an benteng ditemukan kembali oleh beberapa ilmuwan. Direkonstruksi pada 1990, sehingga benteng terlihat lebih baik lagi.



#Gan/Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI