Breaking News

Usia ke-50 tahun, ASEAN Harus Bermanfaat Lebih Nyata

MWawasan.JAKARTA ~ ASEAN seolah hanya pada tingkat elit dan tidak nyata. Di usianya yang ke-50 ini, ASEAN harus lebih ‘nyata’. Hal ini diungkap Prof. DR. Bachtiar Aly, MA, Anggota Komisi I Badan Legislasi pada “Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat: Kemitraan ASEAN Untuk Rakyat dalam Konteks Sosial Budaya yang Berkesesuaian dengan Konstitusi” di Perpustakaan MPRI RI, Jakarta (13/4).
 
Manfaat kerja sama ASEAN kini dan ke depannya harus mampu dirasakan langsung oleh masyarakat. Potensi kerja sama ASEAN yang sedemikian besar tidak lain dan tidak bukan harus mampu diejawantahkan langsung kepada rakyat.
 
“ASEAN juga kiranya dapat dipandang sebagai “opportunity”, kesempatan buat seluruh masyarakat untuk dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” sambung J. S. George Lantu, Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN.
 
Hal itu sejalan dengan Konstitusi Republik Indonesia yang menegaskan pentingnya pengoptimalan diplomasi demi keadilan dan kemakmuran masyarakat. 
 
Sementara itu, Prof. Bachtiar Aly juga turut menaruh harapan lebih kepada peran Indonesia di ASEAN. Sebagai salah satu lokomotif ASEAN, Indonesia kiranya mampu menjadi laboratorium bagi negara-negara ASEAN lainnya. Demokrasi yang solid dan pemajuan promosi dan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi katalis bagi Indonesia untuk berperan lebih di ASEAN.
 
Kegiatan “Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat” kali ini merupakan salah satu upaya untuk menggaungkan ASEAN ke masyarakat luas. Selain itu, kegiatan ini membahas sebuah buku karya Isman Pasha, seorang Diplomat RI yang bertajuk “Diplomasi Indonesia: Realitas dan Prospek”. Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan Lembaga Penelitian MPR RI dan Pejabat Sekretariat Jenderal MPR RI. Perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus pun turut hadir memeriahkan acara tersebut. 







#Gan/Humas Direktorat Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN).

No comments