Breaking

Saturday, September 12, 2026

Jemaah Haji Pasaman Diminta Prioritaskan Kesehatan, Persiapan Dimulai 14 September 2027

MWawasan, Pasaman (SUMBAR)~ Persiapan jemaah calon haji Kabupaten Pasaman untuk menghadapi pelaksanaan ibadah haji Tahun 1448 H/2027 M mulai dimatangkan. Salah satu aspek utama yang menjadi perhatian adalah kesiapan kesehatan dan kebugaran fisik jemaah.

Hal tersebut mengemuka dalam Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Pasaman Tahun 1448 H/2027 M yang digelar di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pasaman, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 15.00 WIB tersebut diikuti oleh 122 dari 153 jemaah calon haji Tahun 1448 H/2027 M se-Kabupaten Pasaman.

Sejumlah narasumber dihadirkan untuk memberikan pembekalan kepada jemaah, mulai dari aspek kesehatan hingga teknis perjalanan ibadah haji.

Dari Dinas Kesehatan, dr. Lusi Hastuti menyampaikan materi Kebijakan Pemerintah tentang Kesehatan Jemaah Haji. Ia menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah di bidang kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan jemaah yang akan menunaikan ibadah haji pada 2027.

Menurutnya, kesiapan petugas kesehatan di seluruh jajaran juga telah dilakukan untuk memberikan pelayanan kepada jemaah haji.

Sebagai langkah awal, seluruh jemaah calon haji diminta mulai menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas masing-masing. Pemeriksaan awal tersebut dijadwalkan mulai Senin, 14 September 2026.

Sementara itu, Direktur RSUD Imam Bonjol Lubuk Sikaping, dr. Hamdi, Sp.A., memberikan pembekalan mengenai Persiapan Jemaah Haji untuk Mendapatkan Status Istithaah Kesehatan.

Ia menegaskan bahwa petugas kesehatan haji di RSUD akan menjalankan tugas sesuai ketentuan dan berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah calon haji.

Dr. Hamdi juga mengingatkan jemaah agar tidak menunggu sampai mendekati keberangkatan untuk menjaga kesehatan. Menurutnya, persiapan fisik harus dilakukan sejak sekarang melalui penerapan pola hidup sehat.

Jemaah diminta rutin berolahraga, menjaga pola makan, serta mencukupi waktu istirahat. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kebugaran sekaligus mendukung jemaah dalam memenuhi persyaratan istithaah kesehatan.

Pembekalan selanjutnya disampaikan Ketua FK DPW KBIHU Sumatera Barat, H. Amora Lubis, S.Pd.I., C.A.H., dengan materi Skema Perjalanan Ibadah Haji.

H. Amora menjelaskan bahwa skema perjalanan ibadah haji Tahun 1448 H/2027 M memiliki perbedaan dibandingkan pelaksanaan haji pada tahun-tahun sebelumnya.

Karena itu, jemaah diminta memahami seluruh tahapan perjalanan serta disiplin mengikuti arahan petugas selama berada di Tanah Suci.

Ia menekankan terdapat sejumlah kunci yang perlu diperhatikan jemaah agar perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan lancar.

Pertama, menjaga istithaah kesehatan dan kondisi fisik agar tetap prima. Kebugaran menjadi modal penting dalam menghadapi rangkaian ibadah, terutama perjalanan dan aktivitas yang padat di kawasan Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Kedua, selalu mengikuti arahan petugas dan berkoordinasi dengan ketua regu (Karu), ketua rombongan (Karom), serta petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Ketiga, fokus menjalankan ibadah dengan menjaga hati serta menghindari pertengkaran dan perdebatan yang tidak perlu. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kekhusyukan selama menjalankan ibadah demi meraih predikat haji mabrur.

Keempat, memperbanyak doa dan bertawakal kepada Allah SWT dalam setiap tahapan perjalanan dan pelaksanaan ibadah.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pasaman H. Muksinin, S.Ag., M.Pd. juga mengingatkan jemaah agar secara rutin berkonsultasi dengan petugas kesehatan.

Jemaah diminta tidak mengabaikan gejala penyakit yang dirasakan. Konsultasi secara teratur dinilai penting agar gangguan kesehatan dapat diketahui dan ditangani sejak dini.

Kesiapan kesehatan, menurutnya, tidak boleh dipandang sebagai persoalan yang hanya perlu diperhatikan menjelang keberangkatan. Jemaah harus mempersiapkan kondisi fisiknya jauh sebelum berada di Tanah Suci.

“Ibadah haji adalah ibadah fisik. Walaupun keinginan jemaah untuk berangkat sangat tinggi, apabila tidak dibarengi dengan kondisi kesehatan yang prima, tentu tidak akan mampu menjalankan ibadah di Tanah Suci dengan baik,” tegasnya.

Bimbingan manasik tersebut diharapkan menjadi momentum bagi seluruh jemaah calon haji Kabupaten Pasaman untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik dari sisi pemahaman manasik, kesehatan, kebugaran fisik maupun kesiapan mental.

Dengan persiapan yang matang dan kedisiplinan mengikuti arahan petugas, jemaah diharapkan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji Tahun 1448 H/2027 M dengan aman, lancar, khusyuk, dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat serta memperoleh predikat haji mabrur.

#HNSH

No comments:

Post a Comment

Koran Wawasan Edisi 194, Februari 2023

"Prakiraan Cuaca Senin 14 Oktober 2024"


"KEPUASAN ANDA UTAMA KAMI"




BOFET HARAPAN PERI Jl. SAMUDRA No 1 KOMP. PUJASERA PANTAI PADANG
Selamat Datang diSemoga Anda Puas