Breaking News

Tim Kesenian Sarolangun Tampil Pada Gemes Ke-4 Di Kota Medan P- Sekda Lepas Keberangkatan Tim Kesenian

MWawasan,Sarolangun -(JAMBI) Tim Kesenian Kabupaten Sarolangun secara resmi telah diberangkatkan ke Istana Maimun, Kota Medan, Selasa (29/10) kemarin di Halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sarolangun.

Tim kesenian tersebut dilepas oleh Sekretaris Daerah Ir Endang Abdul Naser, didampingi Kepala Dinas Dikbud Helmi, SH, MH serta jajarannya.

Keberangkatan tim kesenian Sarolangun yang berjumlah sebanyak 42 orang (official, pendamping dan penari) menuju kota medan ini untuk mengikuti kegiatan gelar Melayu serumpun (Gemes) ke-4 tahun 2019.

Kepala Dinas Dikbud Helmi, mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan undangan resmi dari wali kota medan dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, untuk mengikuti kegiatan gemes ini dengan menampilkan budaya kesenian yang berasal dari Kabupaten Sarolangun.

"Ya, penampilan kesenian Kabupaten sarolangun dibawah binaan oleh ibu Hj Rosita endra, kita menghadiri undangan walikota Medan dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan. Yang mana ada kegiatan rutin mereka bernama gemes," katanya saat diwawancarai.

Cukup membanggakan, sebab dalam kegiatan tersebut Kabupaten Sarolangun menjadi perwakilan dari provinsi Jambi yang ikut serta dalam kegiatan tersebut dari 6 negara yang akak tampil serta 10 Provinsi, Kabupaten/Kota di wilayah Indonesia.

"Berdasarkan konfirmasi dari panitia penyelenggara gemes itu ada 6 negara yang ikut dan yang ada 10 provinsi, dan kita membawa Kabupaten Sarolangun sekaligus mewakili provinsi Jambi. Kita sudah melapor ke provinsi Jambi dan mendukung untuk mengekspos budaya kesenian kita. Berdasarkan undangan mereka, karena ingin menampilkan budaya melayu, "katanya.

Pada kesempatan tersebut, tim kesenian Kabupaten Sarolangun akan menampilkan budaya kesenian berupa warisan budaya tak benda yakni Tari Kromong dan Tari Dana Sara Lambung yang merupakan tari asal Sarolangun.

Setiap tari yang ditampilkan itu memiliki durasi waktu selama 15 menit lamanya. Pada saat pembukaan atau malam pertama tari dana Sara lambung yang akan ditampilkan, begitu seterusnya di malam kedua akan ada penampilan kesenian dari Sarolangun.

" Untuk tahun ini kita akan menampilkan pertama yang sudah mendapat pengakuan dari Indonesia yaitu tari kromong, warisan budaya tak benda yang ditampilkan pada saat penampilan Malam Kedua," katanya.

Ia juga berharap kedepan agar seluruh pemangku kepentingan dan kebijakan agar terus menggali potensi-potensi budaya kesenian asal Sarolangun. Kemudian pihaknya berencana akan melakukan kegiatan pekan pesona budaya Sarolangun, yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang.

"Terkait dengan ini dengan semangat memajukan mengekspos untuk memberitahu kepada dunia luar bahwasanya kita kaya akan Hasanah tari ataupun kesenian Sarolangun, saya berharap kepada para pemangku kepentingan kebijakan di Sarolangun, misalnya tokoh adat, tokoh kesenian, Camat, Lurah, Desa untuk bisa lebih menggali potensi-potensi baik yang kesenian atau tari malam, ataupun menggali potensi kreasi yang terbaru yang berbau Melayu," katanya.

#iksan

No comments