Breaking News

Asap bertambah parah, sekolah kembali diliburkan

MWawasan, Pelalawan (RIAU)~ Kabut asap karhutla yang melanda Kabupaten Pelalawan Riau masih bertahan hingga Minggu (22/9/2019).

Kepekatan kabut asap Karhutla tidak berkurang dan mengganggu pandangan mata hingga mengurangi jarak penglihatan.
Berdasarkan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, jarak pandang di Pelalawan khususnya Kota Pangkalan Kerinci hanya 300 meter.

Pandangan dipengaruhi oleh kabut asap yang menguasai angkasa hingga mengaburkan penglihatan. Asap diduga berasal dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pelalawan maupun dari daerah tetangga.

"Asap ini sudah bercampur yang dari kita dan kiriman dari daerah lain yang terbawa angin. Karena pergerakan angin dari selatan mengarah ke Pelalawan dan sekitarnya," ungkap Hadi Penandio kepada awak media Minggu (22/9/2019).

Untuk hotspot atau titik panas di Pelalawan terdapat 36 titik di Pelalawan hari ini. Dengan level confidence diatas 70 persen sebanyak 21 titik yang mengarah ke titik api atau firespot. Hotspot maupun firespot itu tersebar di Kecamatan Langgam dan Pangkalan Kuras.

Mengingat kondisi kabut asap yang masih pekat dan bisa mengancam kesehatan masyarakat khususnya anak-anak, Dinas Pendidikan (Disdik) kembali menambah libur bagi siswa sekolah di Pelalawan selama dua hari, Senin (24/9/2019) sampai Selasa (25/9/2019). Disdik menimbang kondisi asap tidak kunjung berkurang dan anak-anak yang rentan terhadap penyakit Infeksi Saluran Penafasan Atas (ISPA).

"Kita kembali memperpanjang libur anak sekolah dua hari kedepan. Hasil koordinasi dengan Pak Sekda tadi," tutur Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan SMP Disdik Pelalawan, H Anton Timur Jaelani MH, kepada media wawasan.com, Minggu ( 22/9/2019).

Penambahan libur tersebut diharapkan hujan turun untuk mengurangi kabut asap serta meningkatkan kualitas udara di Pelalawan. Dengan perpanjangan libur dua hari kedepan berarti siswa sekolah di Pelalawan sudah 12 hari dirumahkan karena kabut asap.

"Besok pada coffee morning akan dibicarakan lagi bagaimana solusinya," tambah Anton Timur.

#SUSWANTO

No comments