Breaking News

Sarolangun Berada Posisi Ke-8 IPKM Kab/Kota Se-Indonesia

MWawasan Sarolangun -(JAMBI) Pemerintah Kabupaten Sarolangun berhasil mendongkrak peringkat Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) Kabupaten/Kota Se-Indonesia.

Mengapa tidak, tahun 2019 ini posisi Kabupaten Sarolangun sudah berada di urutan ke-8 secara nasional, mengalami kenaikan lima digit dari tahun 2013 yang lalu yang sudah berada pada posisi ke-13.

Bupati Sarolangun Cek Endra, Rabu (17/07) kemarin, mengatakan bahwa penilaian IPKM ini dilakukan oleh tim dari Kementrian kesehatan RI yang mengumpulkan data dan penelitian dari berbagai kriteria yang ditentukan.

Jadi, peringkat IPKM Kabupaten/Kota Se-Indonesia ini memang benar-benar secara ketat dilakukan tim penilaian yang dibentuk oleh Kementrian kesehatan RI.

"Alhamdulillah, tadinya kita rangking 13 indek kesehatan masyarakat se Indonesia, maka kita bersyukur ini. Karena ini dinilai oleh Kementrian kesehatan, dan itu memang resmi. Untuk Provinsi Jambi kita nomor satu dan nasional kita di posisi ke-8 nasional," katanya.

"Tahun 2010 kita berada di posisi ke 414, lalu kita berbenah dan tekuni sehingga tahun 2013 naik menjadi posisi ke-13. Lalu tahun 2014 kita kejar terus hingga sekarang naik lagi menjadi yang ke-8," katanya.

Meskipun peringkat IPKM ini mengalami kenaikan, Bupati Cek Endra meminta agar hal tersebut untuk bisa lebih baik lagi kedepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sarolangun akan terus berbenah bagaimana pelayanan kesehatan mulai dari posyandu, puskesmas, dan rumah sakit terus dibenahi.

Begitu juga agar jangan ada lagi masyarakat sarolangun yang mengalami kekurangan gizi, masyarakat yang sakit tidak bisa berobat, serta para kepala desa dan camat harus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, menjaga kebersihan lingkungan dan keindahan.

"Kita tetap harus berbenah, bahwa kesehatan masyarakat kita, posyandu kita melayani di semua desa. Dulu ada 42 kriteria untuk menuju itu, termasuk Sanitasi dan air bersih, semuanya kriteria dalam penilaian IPKM ini. Tapi ini jangan membuat kita merasa berbangga-bangga, tapi kita justru kembali untuk berbenah lagi, kalau kita yang terbaik tentu akan menjadi contoh," katanya.

#iksan

No comments