Breaking News

Shinta Nuriah Ajak Hapus Api Kebencian dan Dendam kepada Penghuni Lapas

MWawasan, Kota Pekalongan (JAWA TENGAH)~ Istri mendiang Presiden RI ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid terus melakukan upaya merajut persatuan bangsa, salah satunya lewat kegiatan sahur bersama seluruh elemen masyarakat dan warga binaan di Lapas Kelas II A Kota Pekalongan, Selasa pagi (14/5).

Istri mendiang Presiden RI ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid menerima cinderamata dari Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz dalam kegiatan sahur bersama elemen masyarakat dan warga binaan Lapas Klas II A Pekalongan, Selasa (14/5) pagi. DOK DINKOMINFO

Kegiatan sahur bersama tersebut mengambil tema ‘Dengan Berpuasa Kita Padamkan Kobaran Api Kebencian dan Hoax’. Kegiatan juga dihadiri Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz, Wakil Walikota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid, Sekda, Sri Ruminingsih beserta para Asisten Sekda, Kalapas Kelas II A Kota Pekalongan, Agus Heryanto, Karutan Kota Pekalongan, Anggit Yongki Setiawan, jajaran Forkopimda, dan para pegawai serta warga binaan Lapas Kelas II Kota Pekalongan.

Dalam kunjungannya tersebut, selain sahur bersama, Shinta menyempatkan berdialog dengan warga binaan dan berbagi tentang makna dan hakekat puasa pada bulan suci Ramadhan serta pentingnya memadamkan api kebencian dan hoax.

“Kegiatan saya ini mengambil tema ‘Dengan Berpuasa Kita Padamkan Kobaran Api Kebencian dan Hoax’. Tema ini mengandung makna marilah dengan berpuasa, kita padamkan kobaran api kebencian karena sampai sekarangpun api kebencian, virus-virusnya ada di hati setiap insan manusia. Mumpung sedang berpuasa, kita latih dan perkuat iman, pertebal kesabaran dan ketaqwaan kepada Tuhan guna membentengi diri dari semua itu,” kata Shinta.

Disampaikan Shinta dalam tausiyahnya, untuk membentengi diri dari kebencian dan hoax yaitu dengan bersikap bijaksana, sabar, mampu menyaring hal-hal tersebut dengan ‘tabayyun’ atau teliti terlebih dahulu, mengkonfirmasi kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh politik yang benar-benar jujur, bertanggung jawab dan netral.

Ia juga berpesan dan memberikan motivasi kepada para warga binaan bahwasannya tidak ada orang yang tidak pernah melakukan kesalahan. Seseorang akan bisa menjadi orang yang besar bila orang tersebut dapat memperbaiki kesalahannya dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

“Tentu saja motivasinya adalah untuk mengingatkan pada mereka agar apa yang telah dilakukan dapat diperbaki dan dilatih disini (Lapas). Setelah mereka keluar disini, mereka dapat kembali ke masyarakat dengan menjadi pribadi dan anak bangsa yang lebih baik lagi. Itu harapan Saya,” terang Shinta.

Sementara itu, Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz didampingi Wakil Walikota, A. Afzan Arslan Djunaid dan Kalapas Kota Pekalongan, menyampaikan apresiasi dan sangat menyambut baik kunjungan Shinta Nuriyah Wahid ke Lapas Kota Pekalongan.

“Tentu Saya atas nama Pemerintah Kota Pekalongan termasuk juga Lapas Kelas II A Kota Pekalongan menyambut baik dan sangat mengapresiasi luar biasa atas kehadiran beliau. Ternyata beliau tidak hanya sekedar hadir, juga beliau dapat berdialog dengan beberapa warga binaan. Petuahnya luar biasa, singkat namun mempunyai semangat bagi mereka. Meskipun mereka di penjara, namun bagaimana mereka dilakukan suatu pembinaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dapat menata hidupnya ke depan,” jelas Saelany.

Hal senada diungkapkan Kalapas Kelas II A Kota Pekalongan, ia berharap apa yang disampaikan Ibu Shinta dapat menjadi suri tauladan bagi 199 warga binaannya untuk selalu berperilaku positif. Lebih lanjut, ia memaparkan bahwasannya kunjungan istri mendiang Gus Dur ini sudah dilakukan beberapa kali ke Kota Pekalongan.

“Kegiatan dalam rangka menjalin silaturahmi antara masyarakat dengan warga binaan ini sudah dicontohkan Ibu Shinta Nuriyah Wahid sekian kalinya di Lapas maupun di Rutan Kota Pekalongan. Mudah-mudahan apa yang dicontohkan beliau ini dapat memberikan suri tauladan bagi warga binaan untuk selalu berbuat baik dan melakukan hal-hal yang positif. Saat ini warga binaan Lapas Kota Pekalongan ada 199 penghuni dari 800 kapasitas,” papar Agus.

#Humas kominfo

No comments