Breaking News

Disdik Kota Pekalongan Tuntaskan 102 Orang Buta Aksara

MWawasan, Kota Pekalongan (JAWA TENGAH)~ Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, tengah berupaya menyelesaikan angka buta aksara di Kota Pekalongan. Berdasarkan pendataan intensif yang dilakukan Dinas Pendidikan, masih terdapat 240 orang yang buta aksara. Dari jumlah tersebut, 60 orang sudah berhasil dituntaskan.

Walikota Pekalongan Moch Saelany  Machfudz Melaunching buku bersama para guru berfoto bersama dalam kegiatan Launching dan Bedah Buku di Hotel Santika. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian Peringatan Hardiknas tahun 2019 yang digelar Dinas Pendidikan Kota Pekalongan. 
Kepala Dinas Pendidikan, Soeroso menjelaskan, dari 240 orang itu 78 orang tidak memungkinkan untuk ‘dimelekkan’(bahasa jawa) membukakan mata karena beberapa hal seperti sakit parah, sangat tua, terbelakang mental, gila dan lain-lain. “Sedangkan sisanya 162 orang, sebanyak 60 orang sudah selesai melek aksara, dan mendapatkan SUKMA (Surat Keterangan Melek Aksara). Untuk 102 orang lainnya masih dalam proses pembelajaran, harapannya nanti pada peringatan Hari Guru mereka juga dapat menerima SUKMA,” harapnya.

Penyerahan SUKMA kepada mereka yang sudah berhasil dimelekkan, akan dilakukan dilakukan dalam upacara peringatan Hardiknas yang akan digelar di Lapangan Mataram, Kamis (2/5). Kegiatan tersebut merupakan salah satu dari rangkaian peringatan Hardiknas tahun 2019 yang digelar Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, 27 April hingga 3 Mei 2019.

Soeroso menyampaikan, dalam rangka Hardiknas ada delapan kegiatan yang digelar yaitu, upacara dan menyerahan SUKMA, Kelas Inspirasi, Bedah Buku, Gebar PAUD & Dikmas, FLS2N, serta Launching LAKON-DIK & Penandatanganan Komitmen Gernas Baku. “Semua agenda dalam peringatan Hardiknas ini muaranya adalah peningkatan mutu dan akses pendidikan sebagaimana misi pertama Pemerintah Kota Pekalongan,” tegasnya.

Kemudian juga akan dilaunching Layanan KONseling-pendiDIKan (LAKON-DIK), yaitu layanan yang diberikan kepada utamanya orang tua yang kesulitan dalam mendidik anaknya juga kepada siswa maupun guru yang butuh saran, atau solusi terkait permasalan baik dirumah maupun di sekolah untuk pendidikan yang lebih baik. “Agenda lainnya yang juga tidak kalah penting, dalam rangkaian Peringatan Hardiknas Tahun 2019 ini adalah Peluncuran dan Bedah Buku. Kegiatan ini diinisiasi oleh MKKS dan K3S dan diselenggarakan di Hotel Santika,” ungkapnya.

Yang spesial dalam acara ini, sambung Soeroso, adalah buku yang diluncurkan dan dibedah adalah buku karya Guru-guru Kota Pekalongan. Ada 30 judul buku yang diluncurkan dan 3 diantaranya akan dibedah baik dari sisi content maupun metode dan sistematika penulisannya. “Harapannya setelah dibedah kita bisa tahu pada poin mana sudah baik dan pada bagian mana yang masih perlu ditingkatkan kualitasnya,” katanya.

Koordinator Bidang Humas & Publikasi Peringatan Hardiknas 2019, Ahmad Husni menambahkan, tahun ini juga akan kembali digelar kegiatan ‘Kelas Inspirasi’ yang mengusung tema ‘Siswa Menginspirasi’. “Dalam peringatan Hardiknas 2019 kali ini merupakan kelas Inspirasi jilid 3. Karena sebelumnya pada peringatan Hardiknas 2018 juga ada kegiatan Kelas Inspirasi jilid 1 dengan tema ‘Kita Semua Pendidik’. Sedangkan Kelas Inspirasi jilid 2 dilaksanakan pada Peringatan Hari Guru 2018, dengan tema ‘Guru Mendengar’.”

Kelas Inspirasi ‘Siswa Menginspirasi’ adalah kelas dengan siswa atau alumni sebagai narasumber dengan dipandu guru menceritakan pengalaman berharga dan inspiratif terkait kesuksesan yang telah dicapai. Kesuksesan ini, katanya, tidak hanya yang sifatnya prestasi seperti Juara Lomba atau prestasi Akademik lainnya, tapi bisa juga kesuksesan yang menurut penilaian umum itu biasa-biasa saja.

“Padahal kalau kita lihat perjuangan untuk menggapai itu sangat luar biasa, sebagai contoh ada siswa berhasil bertahan untuk tetap sekolah sampai saat ini kelas 9 misalnya, padahal dari sejak SD tiap jam 04.00 pagi setiap hari dia harus membantu ibunya jualan sayur dipasar sampai jam enam misalnya, sementara ibunya masih melanjutkan jualan dia harus pulang untuk menyiapkan sekolah, juga menyiapkan sarapan adik-adiknya. Inikan sebuah keberhasilan luar biasa bagi siswa tersebut, walaupun bisa mencapai kelas 9 bagi sebagaian besar siswa lainnya itu biasa saja tidak ada istimewanya,” urai Ahmad Husni.

#Agus

No comments