Breaking News

Kopi Batang Asai Sudah mendapatkan Sertipikat Halal

MWawasan,Sarolangun (JAMBI)~ Hampir semua desa di kecamatan Batang Asai, Sarolangun  sudah memproduksi kopi, namun sacara khusus, para petani belum mendapatkan binaan dari pemerintah maupun swasta untuk mengelola kopi.

Berbeda dengan Desa Lubuk Bangkar yang sudah otomatis pengelolaannya, karena di fasilitasi oleh Baznas.

"Di sekaladi masih tradisional, penggorengan masih menggunakan wajan," kata Kabid Perindustrian, Disperindagkop Sarolangun, Adhim

Lanjutnya, mereka (petani,red) tidak ada yang memfasilitasi, dengan berlatar belakang yang mereka rerata petani karet. Namun dengan adanya karet yang semakin murah, mereka (petani,red) di Batang Asai pada umumnya beralih ke kebun kopi.

Maka dari itu pihaknya terus berupaya untuk menggenjot agar produk kopi Batang Asai bisa dikenal.

Untuk di sekaladi secara khusus belum ada binaan, baru kita yang dari disperindagkop dan kita berusaha menggenjot dan menginginkan produk mereka bisa di pasarkan dan bisa mengangkat ekonomi mereka.

Untuk kapasitas produksi dengan waktu satu bulan bisa mencapai 1 ton. Berawal dari situ, pihaknya ingin membantu jikalau seandainya sudah memasuki panen raya nantinya.

Kata Adhim, dari pengakuan warga beberapa desa pada tahun 2019 sekitar bulan september hingga Desemer nanti mereka sudah mulai penen raya. "Kurang lebih sampai 4 hingga 6 ton," katanya

Untuk penanaman kopi sendiri masing-masing kebun bervariasi, seperti di Desa lubuk bangkar kurang lebih 19 hektar lahan untuk ditanami. Namun yang baru mulai panen sekitar 4 hektar. Tidak menutup kemungkinan juga, selama ada lahan kosong dan tidak mengganggu hutan yang bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam. "Bukan berupa kopi saja, tapi yang lain juga bisa," katanya

Menariknya, Soal hutan desa ini Adhim sedikit menceritakan, bahwa kepala desa yang ada di Kecamatan Batang Asai itu mempunyai SK (surat keputusan) Menteri kehutanan tentang hutan desa untuk mengelola hutan desa yang bisa dimanfaatkan. Dan mereka juga memanfaatkan dana P2DK (Program Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan) seperti Desa Sekaladi.

Bahwa para petani kopi ini sangat berharap ada perhatian khusus dari pihak-pihak yang berkompeten untuk membantu mereka,agar usaha kopi ini bisa mengangkat derajat ekonomi mereka"
"Nah mereka memafaatkan itu, untuk cocok tanam," katanya.


#iksan

No comments