Breaking News

207.970 Jiwa Miliki Jaminan Kesehatan, Tahun Ini 6.789 KIS Diserahkan


MWawasan, Sarolangun(JAMBI)~ Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun, mencatat sampai awal tahun 2019 ini masyarakat Kabupaten Sarolangun sudah mendapatkan jaminan kesehatan sebanyak 207.970 jiwa dari jumlah penduduk Kabupaten Sarolangun yang mencapai 300 ribu lebih.

Kepala Dinas Kesehatan, M. Adnan, melalui Kabid Pelayanan Kesehatan, Sep Hurmuddin, Selasa (05/03) kemarin, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, mengatakan bahwa jaminan kesehatan tersebut terdiri dari Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Kabupaten Sarolangun, Jamkesda Provinsi Jambi, Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari Pemerintah Pusat, Serta jaminan kesehatan mandiri bagi masyarakat umum.

"Total keseluruhan tahun 2019 Jamkesda Kabupaten ada 8. 869, Jamkesda Provinsi 4.614 dan KIS yang kita dapat kemarin 6. 789 yang diserahkan pada apel gabungan kemarin. Ditotalkan semua yang sudah dapat jaminan, baik jamkesda kabupaten, provinsi, kis, masuklah pns, pegawai swasta yang semua mandiri ada 207.970 jiwa," katanya.

Dengan jumlah tersebut, katanya, untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehatan menyeluruh belum tercapai, sebab masih ada sekitar 100 ribu lebih warga sarolangun yang belum mendapatkan jaminan kesehatan baik itu yang dibiayai oleh pemerintah ataupun mandiri.

"Kalau kita totalkan menurut jumlah penduduk kita 300 ribu lebih, jadi masih ada 100 ribu jiwa lagi yang belum dapat jaminan. Dipersentasikan sekitar 69 persen dari semuan penduduk sarolangun yang sudah menerima jaminan kesehatan. Masih ada 31 persen untuk mencapai 95 persen atau Universal Health Coverage (UHC) Jaminan untuk seluruh," katanya

Katanya, memang program UHC ini memang sebenarnya ditargetkan bisa tercapai tahun 2019 ini, sebab sesuai arahan Bupati Sarolangun agar masyarakat sarolangun tidak ada lagi masyarakat yang tidak bisa berobat karena terkendala biaya.

"Program pemerintah sebenarnya 2019 ini sudah UAC, pemberian jaminan kesehatan sejak tahun 2015 setelah ada kebijakan pemerintah daerah boleh menganggarkan jamkesda," katanya.

Kedepan, katanya, pihaknya akan mengusulkan anggaran yang lebih untuk pemberian jaminan kesehatan daerah kepada masyarakat yang kurang mampu. Sebab, tahun ini anggaran itu hanya sekitar 2 miliar lebih.

"Tapi tahun depan kita akan usulkan untuk dinaikkan, tapi usulan kita 13 ribuan. Intinya data inikan dinas sosial yang ada data miskin, karena jamkesda dan kis untuk yang tidak mampu, yang dibiayai pemerintah namun fasilitasnya kelas III, kecuali bagi pengguna jaminan kesehatan mandiri," katanya.

Untuk diketahui, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sarolangun H.Thabroni Rozali MM, Senin (04/03) kemarin pada saat apel pagi, menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari APBN, bagi masyarakat Kabupaten Sarolangun Tahap 10 Tahun 2019 sebanyak 6789.

Puskesmas Batang Asai Sebanyak 1279 Kartu KIS, Puskesmas Pelawan Sebanyak 627 Kartu, Pauh Sebanyak 401Kartu, Limbur Tembesi Sebanyak 372 Kartu, CNG Sebanyak 281 Kartu, Singkut Sebanyak 965 Kartu, Singkut V Sebanyak 288 Kartu, Air Hitam Sebanyak 563 Kartu, Pematang Kabau Sebanyak 901 Kartu, Mandiangin Sebanyak 374 Kartu, Butang baru Sebanyak 276 Kartu, Sarolangun Sebanyak 120 Kartu, Sungai Baung Sebanyak 92 Kartu, Pulau pandan Sebanyak 131 Kartu dan Mersip Sebanyak 119 Kartu.


#iksan

No comments