Breaking News

Sekolah Terpencil Dapat Motor KLX Trail


MWawasan, Sarolangun~ Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun terus berupaya untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Sarolangun mulai dari perkotaan, pedesaan hingga ke daerah terpencil atau kawasan pinggiran di Kabupaten Sarolangun.

Salah satunya perhatian Pemkab Sarolangun bagi di daerah sekolah terpencil, dengan memberikan bantuan sarana transportasi berupa sepeda motor Kawasaki KLX Trail.

Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra bersama Wakil Bupati H Hillalatil Badri, beserta Kadis Pendidikan Lukman, Senin (05/11) di sela kegiatan apel pagi kemarin, memberikan empat unit sepeda motor KLX Trail bagi empat sekolah di daerah terpencil.

Diantaranya, Guntur, A.ma,Pd Selaku Kepala Sekolah SD N 225/ VII Sialang Batua Kecamatan Mandiangin, Nafriyal, S.pd Kepala Sekolah SMP N 27 Sarolangun Kecamatan Pauh, Parimayati, S.Pd Kepala Sekolah SD N 219/VII Sungai Butang Kecamatan Mandiangin,  dan Suparmin S.Pd Kepala Sekolah dari Kecamatan Mandiangin.

Bupati Sarolangun Cek Endra mengatakan bahwa pemberian bantuan motor trail tersebut bertujuan agar para guru di sekolah tersebut lebih mudah dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru, yang dikenal dengan sebutan pahlawan tanpa tanda jasa.

Katanya, di daerah terpencil atau pinggiran di Kecamatan Mandiangin, dan juga Kecamatan Pauh, sangat sulit di jangkau jika hanya mengandalkan kendaraan biasa, karena jalan yang begitu ekstrim apalagi jika di guyur hujan.

"Kita bantu karena selama ini tidak bisa dilalui kendaraan biasa, di kilo meter  lima di mandiangin seperti di dam siambang, sialang batuan. Di Pauah ada spintun, seko besar. Jadi sengaja kita beri kendaraan jenis trail, sehingga nanti guru ini tidak terhambat untuk melaksanakan tugas belajar mengajar di daerah yang sulit di jangkau tersebut," katanya.

Hal itu juga, kata Cek Endra, sebagai salah satu wujud dalam memberikan perhatian bagi para guru di daerah terpencil, sehingga kedepan bisa lebih semangat lagi dalam mendidik para anak didik di sekolah, tempat para guru membagi ilmu.

"Harapan kami masih banyak guru terpencil lainnya yang memerlukan perhatian, mudah mudahan dapat menyemangati mereka untuk dapat mengajar anak didik kita yang ada di seluruh pelosok kawasan terpinggir di sarolangun," katanya.

Selain itu, kata Cek Endra, dengan adanta motor trail ini, para guru selaku penerima bantuan ini diharapkan agar bisa memanfaatkan kendaraan flat merah ini untuk keperluan dinas, bukan melainkan kepentingan pribadi. Karena, selama ini sudah banyak contoh adanya motor trail tidak digunakan dengan baik, sehingga ada temuan aset yang memang tidak berfungsi dengan baik.

"Sudah banyak kita berikan motor trail ini untuk guru, datanya ada di diknas termasuk bagi para PPL, hanya saja tidak dirawat dengan baik sehingga banyak temuan aset. Saya pesankan agar bisa dirawat dan manfaatkan dengan baik, agar bisa bertahan lama," katanya.


#iksan