Breaking News

Persiapan Pemasangan CCTV, Bupati Bersama Kadis Perhubungan Tinjau Lokasi


MWawasan, Lampung Utara~ Pemasangan kamera resolusi tinggi dan sistem pengawasan lalu lintas berbasis IT di Kota-kota besar di Indonesia sudah  merupakan keharusan demi kelancaran dan membantu petugas dijalan raya. dan bukan hanya diterapkan untuk mengawasi pelanggaran di jalan raya. 

Namun ke depan kamera resolusi tinggi juga bisa digunakan untuk pengawasan pelanggaran diberbagai tempat yang ramai.
Terutama merespon banyaknya kendaraan roda dua yang menerobos kemacetan dengan naik dan melintas di atas jalur pejalan kaki. Kamera tersebut akan membantu petugas pengawas agar bisa menjaga hak para pejalan kaki.

Bupati Lampung Utara H. Agung Ilmu Mangkunegara, S.STP., M.H., bersama Kadis Perhubungan LU dan Plt. Kepala BKAD meninjau langsung ke sejumlah persimpangan jalan di seputaran Kotabumi, Persimpangan Taruko, Persimpangan Tugu Payan Mas, Persimpangan Bernah, Persimpangan Pasar Dekon, Persimpangan Tugu Pembangunan, Taman Olah Seni dan Persimpangan Tugu Pengantin.

Peninjauan langsung yang dilakukan pagi hari sebelum masuk kantor, dilakukan dalam rangka meninjau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) dan Persiapan Pemasangan CCTV, dengan tujuan untuk mengurangi kemacetan dan menurunkan kriminalitas. Rabu 14 Nopember 2018.
Contohnya Akhir-akhir ini banyak terjadi aksi kriminalitas yang meresahkan masyarakat.

Sebut saja perampokan yang menyasar minimarket seperti Alfamart dan Indomaret. Selain itu, aksi-aksi pencurian motor dan mobil yang sedang di parkir di jalan atau pusat perbelanjaan juga semakin marak. Beragam aksi kejahatan tersebut tidak jarang disertai dengan senjata api untuk mengancam ‘sang korban’ agar bersedia menyerahkan barang-barang berharga miliknya atau dalam penguasaannya.

Bahkan, tak jarang pula pelaku kejahatan tega melukai bahkan membunuh korban demi memperoleh barang-barang berharga yang ingin dikuasainya.
Tidak hanya menimbulkan kerugian secara materi, tetapi juga nyawa. Sungguh nurani sebagai manusia bermoral seolah telah mati akibat tekanan ekonomi. Yah, tekanan ekonomi, itulah alasan klasik yang senantiasa menjadi dasar dan pemicu terjadinya aksi-aksi kejahatan baik pencurian, penjambretan, dan perampokan.

Maraknya aksi kejahatan tentu saja menuntut perlunya peningkatan kewaspadaan masyarakat. Mengapa? Aksi kejahatan bisa terjadi di mana saja, tidak memilih tempat yang tepat, bisa di jalan, di tempat umum seperti pasar, pusat perbelanjaan, bank, dan lainnya, bahkan bisa juga terjadi di rumah.

Meski telah meningkatkan kewaspadaan, namun namanya manusia pastilah memiliki titik lemah atau celah kelengahan. Kondisi inilah yang sering kali dimanfaatkan oleh orang-orang yang berniat jahat, karena terdesak oleh keadaan atau memang sudah menjadikannya sebagai profesi.

Lantas, apa yang harus dilakukan agar terhindar dari aksi-aksi kejahatan? Siapapun bisa memasang CCTV (Closed-circuit Television) baik di rumah ataupun di tempat usaha/bisnis.

Apa perlunya memasang CCTV, bukankah bisa mempekerjakan satpam (satuan pengamanan) Polisi Lalulintas, Satpol PP ? Memang, mempekerjakan seorang atau beberapa orang satpam bisa menjadi solusi untuk meningkatkan keamanan baik di rumah ataupun tempat usaha/bisnis.

Namun, harus kembali diingat bahwa satpam, polisi atau siapaun  juga manusia biasa yang bisa merasakan lelah dan kantuk, sehingga tidak bisa senantiasa stand by menjaga keamanan selama 24 jam.

Belum lagi, apabila oknum satpam yang dipekerjakan kurang mampu menunjukkan kinerja yang dapat diandalkan, tetap saja riskan. Berbeda dengan CCTV yang bisa mengawasi keamanan di lingkungan sekitar sebatas jangkauan lensa kamera selama 24 jam non-stop.

Saat ini CCTV seolah menjadi primadona dan memiliki peranan yang penting dalam menjaga keamanan di berbagai tempat, sebut saja jalan raya, hotel, toko, minimarket, pusat perbelanjaan, perkantoran, rumah dinas, bahkan rumah pribadi. Sebenarnya, apa sih CCTV itu?


#Derry