Breaking News

Pencairan Dana Provinsi Dibawah 50 Persen, Dua Desa Belum Cairkan DD Tahap Tiga


MWawasan, Sarolangun~ Pencairan bantuan dana Provinsi Jambi ke masing-masing Desa dan Kelurahan di Kabupaten Sarolangun, hingga Selasa (27/11) kemarin masih dibawah angka 50 persen dari 158 Desa dan Kelurahan yang ada.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sarolangun, Emalia Sari, saat diwawancarai di ruang kerjanya.

"Pencaidan dana provinsi masih dibawah 50 persen, sejak dana bantuan provinsi sebesar 60 juta perdesa dan kelurahan masuk ke rekening khas daerah," katanya.

Katanya, pihaknya sudah melayangkan surat edaran agar para Kades serta lurah untuk segera melakukan pengajuan, sebab batas akhir pengajuan SPP SPM ke BPKAD, sesuai surat edaran bupati sarolangun nomor 900/018/PB/BPKAD/2018 tentang penyampauan surat perintah membayar dan menerbitkan SP2D pada akhir tahun 2018 terakhir pada tanggal 30 November.

"Artinya masih ada tiga hari lagi, karena terakhir hari jumat. Maka kami himbau para camat dan kades agar segera mengajukan pencairan, kalau melanggar surat edaran yang kita keluarkan nantinya akan jadi temuan," katanya lagi.

Ketika ditanya faktor penyebab masih banyaknya desa dan kelurahan yang belum melakukan pencairan?  Emalia menjawab, bahwa dalam pengajuan tersebut ada sejumlah syarat yang harus dilengkapi sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk bisa memenuhi syarat tersebut.

"Dalam tiga hari ini kami harap semua sudah masuk," katanya.

Disamping itu, pihaknya juga mencatat bahwa realisasi dana desa tahap ketiga sampai saat ini masih ada dua Desa lagi yang belum melakukan pencairan, yakni Desa Lubuk Sayak dan Desa Lubuk Napal.

"Kalau dana desa tahap tiga sudah terealisasi hanya ada dua desa, lubuk sayak karena ada permasalahan dan lubuk napal, karena kadesnya meninggal dunia," katanya.


#Iksan