Breaking News

Musim Hujan, Puskesmas Mandiangin Himbau Warga Lakukan Tiga M


MWawasan, Sarolangun~ Musim penghujan akhir-akhir ini, Puskesmas Mandiangin saat ini tengah menyoroti munculnya penyakit Demam Berdarah (DBD) yang akan menyerang warga di Kecamatan Mandiangin.

Kepala Puskesmas dr. Yoga, Senin (19/11) kemarin, mengatakan bahwa dalam hal mengantisipasi terjadinya penyakit DBD tersebut, pihaknya melakukan tiga langkah penting.

Pertama, melakukan koordinasi dengan leading sektor Kecamatan Mandiangin dan Pemerintah Desa. Kedua, menggerakan seluruh pemantau jentik-jentik nyamuk secara berkala dibantu para kades Posyandu, Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan PKK Desa. Dan ketiga, melakukan foogyng ke tempat yang rawan DBD setelah adanya laporan masyarakat.

"Hujan saat ini, dimana akan menyebabkan banyaknya genangan air, berpotensi menyebabkan penyakit dbd, sehubungan dengan itu saya kepala puskesmas mandiangin mengantisipasi kejadian penyakit dbd," katanya.

Kata dr Yoga, bahwa dalam melakukan koordinasi leding sektor dari kecamatan maupun kades, agar meningkatkan kewaspadaan penyakit dbd. Para kades diharapkan bisa menggerakkan masyarakat melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk yaitu melakukan jumat bersih.

Dalam kegiatan jumat bersih secara bergotong royong diharapkan melakukan tiga M, yakni menutup, menguras dan mengubur barang bekas yang ada di sekitar rumah.

"Lalu menggerakkan seluruh pemantau jentik melakukan pemeriksaan secara berkala dibantu kader di desa seperti kader posyandu, phbs dan ibu pkk. Dan melaporkan kepada kami pihak puskesmas bila ada warganya terkena penyakit demam mendadak, yang kemudian dirawat di rumah sakit, didiagnosa penyakit dbd dilaporkan ke kami, kalau positif dbd maka kami lakukan fooging, yakni 24 jam setelah laporan kami terima," katanya.

Upaya pemberantasan DBD ini, katanya hal yang paling utamanya adalah melakukan pemutusan siklus perkembangan nyamuk DBD, mulai dari fase jentik hingga menjadi nyamuk dewasa. Karena jentik yang telah menjadi nyamuk dewasa maka akan berpotensi masyarakat terkena DBD jika digigit nyamuk tersebut.

"Harapan kami kepada seluruh masyarakat mandiangin paling tidak seminggu sekali lakukan jumat bersih, untuk bak mandi di kuras, penampungan air di tutup. barang bekas di kubur, karena kalau ada air di dalam barang bekas, contohnya bekas kelapa, kalau ada air, nyamuk akan berkembang," katanya.

Ia juga menjelaskan masyarakat juga harus mewaspadai gejala penyakit DBD ini, diantaranya demam tinggi mendadak, pegal pegal badannya, mual, muntah, apalagi ada bintik merah di permukaan kulit atapun mimisan, jika hal itu ditemukan masyarakat harus segera berobat ke fasilitas kesehatan, atau ke puskesmas langsung.

"Dalam mengantisipasi, kami sebagai pusat kesehatan masyarakat agar masyarakat waspada terhadap bencana banjir, di mandianhin terjadi tahunan, dan kami siap membantu, karena penyakit dbd ini rentan akibat tingginya curah hujan," katanya.

Lalu, ia juga menyebutkan sejak bulan Januari sampai akhir bulan Oktober, Puskesmas mencatat tiga penyakit yang dialami masyarakat mandiangin dan tergolong tinggi, yakni Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Demam dan Dispersia atau gangguan pencernaan.
"Selama bulan januari sampai oktober, penyakit yang banyak kita temukan, penyakit ISPA, hal ini sangat terkait PHBS, maka saya harap phbs harus ditingkatkan, dengan makan buah dan sayur setiap hari, lalu hindari stres," katanya.


#Iksan