Breaking News

Kapolda Jambi Kunjungi Sarolangun


MWawasan, Sarolangun~ Kapolda Jambi Irjenpol Muchlis AS, MH melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sarolangun, Rabu (28/11) kemarin. Kedatangan Kapolda disambut baik Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra beserta Wakilnya H Hillalatil Badri, Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana, SIK, MAP, Kejari Ikhwan Nul Hakim, SH, Wakil Ketua DPRD Hafis Hasbiallah, beserta unsur forkompinda lainnya.

Kegiatan Kapolda ini dimulai dari sholat shubuh berjamaah di Mesjid Baiuturrahman, Sri Pelayang, Kelurahan Sarkam, Kecamatan Sarolangun. Usai shubling, dilanjutkan dengan kegiatan tatap muka bersama unsur forkompinda sarolangun, tokoh masyarakat, tokoh adat, KPU, dan Bawaslu Sarolangun, di ruang pola kantor Bupati Sarolangun, hingga Kapolda dijadwalkan ke Polsek Limun.

Bupati Sarolangun Cek Endra mengatakan bahwa menjelang pemilu serentak 2019 mendatang, kondisi Kabupaten Sarolangun saat ini dalam keadaan kondusif, meskipun ada beberapa persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
"Kondisi di sarolangun cukup kondusif sampai saat ini, berita hoax atau buruk yang menyebarkan fitnah juga tidak baik dari sisi agama," katanya.

Selain itu, Pemkab Sarolangun saat ini juga sedang melakukan validasi data warga yang belum merekam KTP elektronik. Kata Bupati, Kabupaten Sarolangun termasuk salah satu Kabupaten di Provinsi Jambi yang jumlah warga belum merekam paling tinggi.

"Data dirjen ada 60 ribu, tapi saat kami cek ternyata tidak sampai. Karena banyak yang tidak valid. kami validasi datanya, kami berusaha seefisien mungkin agar DPT nanti pada pemilu serentak bisa clear. Akhir bulan ini akan kami tuntaskan data validasinya," katanya.

Sementara itu, Kapolda Jambi Irjenpol Muchlis mengatakan dalam melaksanakan pemilu serentak mendatang tentunya bisa dilaksanakan dengan aman, nyaman dan sejuk. Kata Kapolda yang dilantik Januari 2018 ini, kejahatan bertumbuh seiring dengan pertumbuhan kebutuhan masyarakat.

"Secara umum Provinsi Jambi kejahatan narkoba meningkat, dan kejahatan konvensional menurun. Karena banyaknya penindakan aparat kepolisian terhadap pelaku narkoba," katanya.

Selain itu, Kapolda Jambi juga mengingatkan agar masyarakat juga tidak melakukan penyebaran berita hoax, dan ujaran kebencian, yang menyebabkan masyarakat resah apalagi di media sosial.

Suasana politik saat ini di provinsi Jambi cukup khawatir, yang bisa dilihat dari berbagai media sosial, dan media elektronik, karena hampir 60 persen masyarakat sudah menggunakan smartphone, sehingga media sosial sebagai media adu program dalam membangun opini.

Kata Kapolda, Pemilu serentak mendatang akan bisa sukses dan berkualitas ditentukan, pertama soliditas seluruh aparat pemerintah mulai dari desa hingga ke Kabupaten. Kedua, TNI dan Polri menjaga netralitas dan sinergitas. Ketiga, profesionalitas dari seluruh penyelenggara pemilu yakni KPU, Bawaslu dan Gakkumdu.

Keempat, peran serta seluruh elemen masyarakat mulai dari tokoh masyarakat, tokoh adat, para insa pers, LSM, Ormas dan tokoh agama. Kelima, bijak dalam menggunakan media sosial, dengan menggunakan kepada hal-hal yang positif, dan jangan memanfaatkannya untuk kepentingan negatif seperti menyebarkan ujaran kebencian.

"Kalau ini dilaksanakan insa allah pemilu akan sukses dan berjalan lancar. Artinya semua elemen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menjaga persatuan dan kesatuan itu harga mati, biarlah berbeda pilihan, tapi kita jangan berpecah belah," katanya.

Pada tahapan kampanye, Kapolda juga agar melaksanakan beberapa hal pada tahapan kampanye pemilu serentak ini, yakni Pertama saling bahu membahu menjaga persatuan dan kesatuan yang sudah dilaksanakan sejak kemerdekaan. Kedua, jangan mudah beradu domba dan jangan mudah terprovokasi. Ketiga, Bijak dan cerdas dalam menyampaikan atau mengirim berita-berita di media sosial.


#iksan