Breaking News

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sijunjung Buka Whorkshop GPK Program Inklusif


MWawasan, Sijunjung~ Sebanyak 50 orang peserta dari lembaga PAUD, Sekolah Dasar dan Menengah se- Kabupaten Sijunjung  mengikuti Whorkshop Guru Pembimbing Khusus (GPK) Program Inklusif.

Workshop yang mengangkat tema " Stop penolakan terhadap anak karena keterbatasannya"  dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung, Ramler di Wisma Keluarga Muaro Sijunjung, Kamis (8/11).

Dalam Sambutan, Ramler menyebutkan, sesuai dengan Permendiknas No. 70 Tahun 2009, semua anak berhak seluas-luasnya untuk mendapatkan Pendidikan, tanpa ada diskriminasi, baik ia memiliki kelainan fisik, emosional, mental, dan sosial, atau memiliki potensi kecerdasan dan atau bakat istimewa.

Begitu juga dalam sistem pendidikan inklusif layanan pendidikan menyertakan semua anak baik anak normal maupun anak-anak berkebutuhan khusus, dalam proses pembelajaran sama.Jadi tidak ada perbedaan.

“Program Pendidikan Inklusif, merupakan sebuah jalan menuju Surga, sebab dengan program inklusif tidak ada lagi diskriminatif terhadap anak, sebab Sekolah inklusif adalah sekolah yang menampung semua murid di kelas yang sama,” ucapnya.

Ia mengatakan, beberapa kebijakan telah dilakukan namun masih belum semua sekolah memahami sepenuhnya terhadap penanganan anak berkebutuhan.

Karena itu, ia meminta peserta workshop dapat memberikan pengertian kepada sesama guru, masyarakat dan pemegang kepentingan untuk memahami sistem pendiidkan inklusif sehingga kedepan tidak ada lagi diskriminasi terhadap anak berkebutuhan khusus, dengan semboyan, " SEKOLAH RAMAH ANAK TAMPA DISKRIMINASI".

Workshop ini digelar selama dua hari, Kamis dan Jumat, dengan instruktur nasional dari SLB Centre Kota Payakumbuh, Dewi Marza dan Gantino Habibi SD Al Azhar Bukit Tinggi serta Nara Sumber Daerah Syamsul Bahri (Ketua Pokja Inklusif Kab.Sijunjung),  Suhardi ( Kepala SLB N Muaro Sijunjung) dan Kasi PAUD, Delvianti Basri.


#zet/Tj