Breaking News

Diskoperindag Lirik Kopi BTA, Minyak VCO dan Gula Semut


MWawasan, Sarolangun~ Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Sarolangun saat ini melirik tiga jenis potensi industri yang bisa dikembangkan.
Ketiga jenis tersebut, Kopi Tempurung asal Kecamatan Batang Asai yang ada di Desa Lubuk Bangkar. Kemudian minyak Virgin Coconut Oil (VCO) di Desa Bernai Dalam, Kecamatan Sarolangun dan Gula Semut di Desa Mentawak Kecamatan Air Hitam.

Kabid Industri, M Adhim, Jumat (23/11) kemarin mengatakan ketiga jenis potensi indutri tersebut akan dikembangkan yang rencannya pada tahun 2019 mendatang, atas bimbingan dan arahan yang diberikan Bupati Sarolangun Cek Endra, serta Wakilnya Hillalatil Badri.
"Semua potensi industri akan kita kembangkan, namun prioritas kita ada tiga yakni Kopi batang asai, minyak VCO dan gula semut," katanya.

Kata Adhim, bahwa kopi yang ada di Kecamatan Batang Asai sangat berpotensi di kembangkan dan dijadikan sebagai industri, salah satunya Kopi tempurung, yang sudah dikemas dengan baik. Namun belum ada izin Produksi Industri Rumah Tangan pangan (PIRT).

"Kopi batang asai, kita kejar supaya dibangkitkan. Kita akan fasilitasi, karena jika kopinya sudah panen tak bisa dijual kan apalagi harga rendah kan kasihan," katanya.

Kemudian bicara soal minyak VCO, katanya saat ini sudah ada produksinya yang dilakukan oleh wirausaha muda tamatan UNJA, yang memanfaatkan potensi kelapa murni. Berdasarkan hasil turun kelapangan, katanya minyak VCO ini dibuat dalam bentuk botol, dalam satu bulan bisa memproduksi 100 botol dan dijual dengan harga Rp 25 ribu per botol.

"Kalau minyak VCO, adalah fernetasi kelapa murni yang ada di Desa Bernai Dalam, ternyata dia juga bisa membuat gula semut. Ke depan kita bina mereka. Potensi minat VCO tidak masalah, produksinya 100 botol perbulan, perbotol 25 ribu," katanya.

Kata Adhim, minyak VCO yang telah di produksi sudah mendapatkan izin PIRT namun belum ada label halalnya. Kemudian pasaran, minyak VCO ini juga sangat diminati masyarakat, hal itu terbukti botol minyak CVO yang telah dibuat bisa terjual sampai ke Kota Jambi. Pasalnya, minyak VCO ini jika digunakan akan membantu pengobatan herbal seperti kolestrol, asam urat, dan lain sebagainya.

"Pasar sudah masuk wilayah jambi, tapi belum masuk pasar kita di sarolangun, PIRT sudah ada tinggal label halal, insa allah akhir tahun ini akan kita upayakan," katanya.
Selain itu, pihaknya juga akan berupaya untuk mengembangkan turunan produk dari minyak VCO, seperti sabun, apalagi bahan kelapa murni di sarolangun juga sangat banyak. "VCO Bernai dalam intinya label halal akan kita terbitkan dan kita akan lakukan pelatihan supaya hasilnya bagus ke depan," katanya.

Sementara potensi industri gula semut, Di Desa Mentawak, Kecamatan Air Hitam, pihaknya menyayangkan selama ini pasokan gula merah berasal dari Lampung, lalu potensi gula merah di Desa Mentawak juga ternyata didistribusikan ke Kabupaten tetangga. Makanya, kedepan pihaknya akan berupaya agar pasokan gula merah di datangkan dari Mentawak.
Namun, selain gula merah. Di Desa mentawak juga sangat berpotensi untuk dikembangkan gula semut, yang harganya lebih mahal dibandingkan gula merah.

Katanya, atas bimbingan Bupati Sarolangun, serta jajarannya, bahwa tahun 2019 mendatang pihaknya akan mengenbangkan gula semut tersebut, karena menurut penelitian insa allah bisa menghasilkan gula semut. Ditambahkan lagi  sesuai analisis hasilnya juga bagus, dan setelah konsultasi ke Disperindagkop Provinsi Jambi bahkan kementrian insa allah akan bisa dijadikan one village one produk.

"Tidak masalah kalau bahan baku, karena banyak kelapa apalgi ada yang sudah ditanam sampai 4 hektar dan sudah ada yang berbuah. Yang kita sayangkan hanya mira yang di potong banyak dijadikan sebagai tuak, kita imbau para pengrajin jangan dibuat tuak, karena itu bisa juga membuat mabuk. Kita ingin di Sarolangun ini produk industri yang Halal dan toyyibatun," katanya.


#iksan