Breaking News

70 Desa Ikuti Program Pamsimas di Sarolangun


MWawasan, Sarolangun~ Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sarolangun, melaksanakan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyatakat (Pamsimas) di pedesaan.

Tujuannya agar masyarakat desa bisa mendapatkan air bersih dan meningkatkan ekonomi kerakyatan, sesuai dengan visi-misi program Bupati Sarolangun dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.

Kabid Cipta Karya, Ollie Suryono, Rabu (07/11) mengatakan bahwa sejak dilakukannya program Pamsimas ini pada tahun 2014 yang lalu, hingga pada tahun 2018 ini sudah ada 70 desa yang akan melaksanakan program pamsimas ini.

"Sudah berjalan mulai tahun 2014 lalu dan sudah masuk 2019, menjadi tahun terakhir tahap ketiga digulirkannya pamsimas. Dari tahun 2014 hingga 2018 ini sekitar 70 desa sudah terkaper, kedepan kita akan coba berbagai dana baik pusat dan daerah akan dikembangkan desa desa itu untuk dilakukan saluran air bersih ke rumah-rumah," katanya.

Kata pria yang akrab di sapa Mas Oli ini, bahwa dari 70 desa tersebut, baru ada 6 desa yang dijadikan sebagai pilot project dengan memasang pipa atau saluran air bersih ke rumah warga lengkap dengan kran serta water meter atau alat pengukur kubik air. Dimana keenam desa tersebut, didanai melalui anggaran APBN sebanyak empat Desa melalui dana hibah untuk ketersedian air minum pedesaan dan Dua Desa dari APBD Sarolangun, masing-masing desa mendapatkan alokasi 180 juta rupiah.
"Sudah ada 6 desa sebagai pilot project, kita pasang saluran rumah, target kita tahun depan mencapai 10 desa baru. 

sisanya masih kita carikan dana dana apbn untuk memasanh saluran ke rumah. Desa argo sari, Desa bukit bumi raya, Desa Perdamaian, Desa butang barau, Desa petiduran, Desa meranti jaya dan satu lagi baru pematang kabau," katanya.

Salah satu contoh, katanya, di Desa Argo Sari, sudah terpasang 120 saluran air ke rumah warga, dan hasilnya bisa memberikan pendapatan bagi desa melalui iuran masyarakat yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal itu membuat bisa mewujudkan program ketersediaan air bersih dan ekonomi kerakyatan, karena dari pengelolaan saluran air pamsimas itu Desa Argo Saro menghasilkan uang 18 Juta Rupiah dari pengelolaan yang dilakukan masyarakat.

"Bisa menghasilkan inkam desa 18 juta dalam jangka waktu tertentu, kurang dari satu tahun, kalau misalkan ada 400 rumah, bisa kita kalikan, berapa pendapatan asli desa yang bisa masuk ke khas desa, yang dikelola BUMDes, berhak menarik iuran dari masyarakat," katanya.

Selain itu, katanya, program Pamsimas ini juga dalam mensinkronkan kegiatan program Kementrian PUPR melalui Dorjen Cipta Karya dan Pemkab Sarolangun.
Visi misi bupati merupakan program pemerintah daerah dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan dan program yang ada di kementrian PUPR sesuai visi misi bapak presiden program prioritas 100-0-100, artinya hingga tahun 2019 semua wilayah 100 persen wilayah terlayani air bersih, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen semua wilayah tertangani masalah sanitasi.

"Itu yang kita sinkronkan, bidang cipta karya, salah satu program prioritas adalah melalui program pamsimas, menanganai 100 air bersih di sarolangun dan mencapai ekonomi kerakyatan. Pamsimas, sebagai program penanganan air bersih, dengan ada jaringan di desa desa ke rumah warga, berbagai pendanaan, kita mencoba mengembangkan jaringan air bersih, kalau dikota dilayani pdam, pedesaan melalui pamsimas," katanya.

Kemudian untuk membantu dalam melaksanakan Program Pamsimas ini, pihaknya akan dibantu oleh kader Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) di setiap desa yang akan dijadikan sasaran program pamsimas, yang baru-baru ini sudah diberikan pelatihan dalam menyusun program.

"Kita juga ada kader AMPL, bagi desa sebagai calon pamsimas untuk tahun depan, karena peran kader ampl itu ada dua,  motor penggerak bagi masyatakat untuk melakukan swadaya,  kedua untuk menjadi leader menyusun program AMPL, maka kita bekali ilmu pentingnya air mimum dan menyusun program," katanya.


#iksan