Breaking News

RSUD Dapat Bantuan DAK Pusat Senilai 4,7 M


MWawasan, Sarolangun~ Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Khotib Quzwein, Kabupaten Sarolangun, pada tahun 2018 ini mendapatkan pasokan dana melalui bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat Tahun 2018, Senilai 4,7 Miliar lebih atau Rp 4.733. 719.000,-.

Direktur Utama RSUD Sarolangun, dr. Irwan Mizwar, Selasa (28/8) kemarin mengatakan bantuan dana DAK tersebut direalisasikan untuk membangun gedung sarana dan prasarana RSUD berupa gedung rawat inap Kelas I, Kelas II dan Kelas III dengan lantai dua, yang saat ini sudah mulai dikerjakan oleh PT Jambi Emas Mega Pratama. 

Dengan gedung lantai dua ini, kata Irwan, akan mampu menambah jumlah ruangan pasien rawat inap, sebanyak 50-60 bad (tempat tidur. red) bagi para pasien. 

"Tahun ini kita bangun gedung lantai dua melalui dana DAK yang bersumber dari APBN, senilai kurang lebih 4,7 miliar. Gedung itu merupakan gedung rawat inap yang akan mampu menambah jumlah Bad Rumah sakit ini sebanyak 50-60 bad," katanya saat dikonfirmasi. 

Dengan penambahan jumlah tempat tidur pasien tersebut, maka RSUD Sarolangun nantinya akan memiliki sebanyak 161 tempat tidur pasien setelah bangunan baru ini bisa difungsikan, yang rencananya akan di fungsikan pada tahun 2019 mendatang. 

"Tahun ini selesai dibangun tapi belum bisa dipakai, karena kita harus isi seluruh peralatan dan fasilitas prabotnya. Insa allah akan difungsikan tahun 2019 mendatang. Maka dengan demikian jika ditambah maka RSUD akan memiliki 161 bad," katanya lagi. 

Dengan begitu, lanjut pria yang ramah ini, keluhan masyarakat Sarolangun mengenai kurangnya tempat tidur pasien selama ini akan terjawab. Sehingga tidak ada lagi nantinya terdengar keluarga pasien yang mengeluhkan tidak adanya tempat tidur pasien. 

"Selama ini banyak keluhan pasien kurangnya bad, insa allah akan mengurangi keluhan itu sehingga tidak akan kekurangan tempat tidur di rumah sakit," katanya. 

Tak hanya sebatas itu, tahun 2019 mendatang jika tidak ada halangan, pihaknya juga akan berupaya untuk membangun ruangan dua lantai yang lebih besar lagi, jika memang RSUD Sarolangun kembali mendapatkan dana DAK pusat. 

Tujuan, kata Irwan. RSUD Sarolangun akan diupayakan memiliki sebanyak 200 bad lebih sehingga bisa mendapatkan akreditasi B. 
"Tahun 2019 juga kita akan bangun ruangan lantai dua ini, mungkin lebih besar dari ini, tergantung berapa dana dari pusat, kalau banyak kita bisa upayakan memiliki 300 bad sehingga rumah sakit ini bisa akreditasi B dan karena target kita rumah sakit ini harus bisa memiliki lebih 200 bad," katanya. 

Rumah sakit yang terakreditasi dan belum terakreditasi, katanya sangat berpengaruh terhadap pelayanan para petugas medis kepada para pasien. Seperti contohnya pegawai medis harus memiliki stabdar kompetensi. 

"Rumah sakit yang terakreditasi dan belum terakreditasi, pegawai yang melakukan tindakan kepada pasiennya harus sesuai dengan standar kompetensi yang dimikiki, misalnya orang yang sudah lulus memasang inpus, baru bisa memasang inpus," katanya.


#iksan