Breaking News

Jelang Adipura, Pemkab Susun Jakstrada


MWawasan, Sarolangun~ Menjelang penilaian adipura tahun 2018 yang dilakukan pada bulan Oktober mendatang, Pemerintah Kabupaten Sarolangun terus melakukan berbagai persiapan, salah satunya persiapan penyusunan Kebijakan Rencana Strategi Daerah (Jakstrada) dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Sarolangun. 

Penyusunan Jakstrada tersebut digelar dalam rapat di Ruang Pola kantor Bupati Sarolangun, Rabu (29/8) kemarin yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Drs H Tabroni Rozali, MM, dengan dihadiri kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas LH, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), Dinas Perindustriaan, Perdagangan, UKM Dan Koperasi serta instansi lainnya. 

Sekda Sarolangun, Tabroni Rozali mengatakan bahwa dalam rapat tersebut bertujuan untuk menyiapkan peran masing-masing OPD dalam melakukan pemantauan dan persiapan menjelang penialaian adipura mendatang. 

Menurut Sekda penilaian adipura tahun 2018 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana tahun lalu penilaian dilakukan dua tahapan yakni P1 dan P2. Namun, tahun 2018 ini dilakikan secara langsung, hanya saja ada penambahan berupa kebijakan strategi daerah terhadap kebersihan di Kabupaten Sarolangun. 

"Semua opd terkait sudah dikasih tugasnya, untuk dilakukan pemantauan dalam penilaian adipura. Penialain sekarang beda dengan yang dulu, kalau dulu ada P1 dan P2, tapi sekarang penilaiannya langsung dan sekaligus," katanya. 

Mengenai Jakstrada tersebut, kata Sekda, bisa saja dalam bentuk peraturan Bupati mengenai pelaksanaan kebersihan di Kabupaten Sarolangun, karena dengan Jakstrada ini tiap daerah ditargetkan bisa melakukan pengurangan sampah sebanyak 30 persen selama tujuh tahun. 

"Minimalnya 30 persen, selama 7 tahun ada pengurangan sampah.  Kemudian kebijakan itu bisa berupa kebijakan bupati dengan membuat surat himbauan kepada opd kalau rapat mengurangi penggunaan snack dan penggunaan plastik, begitu juga dengan masyarakat, para ibu ibu saat belanja tidak menggunakan asoi tapi bawa keranjang dari rumah," kata Sekda. 

Sementara itu, Kepala Dinas DPKPP Saipullah, saat diwawancarai mengatakan bahwa dalam persiapan adipura ini, pihaknya bersama Dinas LH, Satpol PP, dan Disperindag, UKM dan Koperasi, telah melakukan penertiban pasar, pedagang di taman ancol serta pedagang musiman. 

Selain itu, pihaknya kedepan juga akan melakukan evaluasi terhadap titik penilaian adipura, mulai dari sekolah-sekolah, Pasar, Perkantoran, TPA, Bank Sampah, terminal dan juga taman. 

"Persiapan adipura kami sudah banyak melakukan kegiatan, mulai dari koordinasi dengan opd terkait dalam rangka penertiban pasar, dan sudah melakukan evaluasi titik pantau, yang lemah menjadi prioritas kita. Kemarin kita rapat pembinaan sosialisasi kepada camat dan lurah, rt dan tokoh masyarakat, bagaimana meningkatkan peran sertanya, untuk meningkatkan kebersihan lingkungan," katanya. 

Kemudian aturan baru mengenai Jakstrada, kata Saipullah, dalam rangka penyusunan kebijakan bupati bagaimana pengurangan sampai, selama mulai tahun 2017 sampai 2025 berkurang 30 persen sampah. 

"Tahun 2018 ini sekitar 18 persen harus berkurang, itu jadi target kita, kemudian kita juga akan menghidulkan kembali bank sampah, karena kita lihat bank sampah di sarolangun sudah tidak ada pengurusnya lagi," katanya. 

"InsaAllah kita tetap optimis bisa raih adipura, karena yang dinilai sama seperti kemarin, namun ada aturan baru kebijakan strategi daerah dalam pengurangan sampah, contoh himbauan atau surat edaran kepada para opd setiap rapat tidak boleh pakai aqua, makannya tidak boleh pakai kue kotak, harus pakai piring. Jadi dihimbau kepada seluruh opd, perusahaan, dan masyarakat setiap makan minum di kantor sudah berapa pengurangannya. Kemudian ibu ibu belanja tidak dikasih asoi, harus bawa sendiri dari rumah," katanya.


#Iksan