Breaking News

Panwaslu Geram, Minta Bacaleg Tahan Diri Kampanye di Medsos


MWawasan, Sarolangun~  Maraknya postingan sosialisasi yang diduga Bakal calon legislatif (Bacaleg) yang diunggah di Media sosial (Medsos) seperti di akun facebook, membuat Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sarolangun geram.

Namun Panwaslu belum bisa memberikan sikap.yang mengarah kepada sanksi atas Bacaleg. Hal ini disebabkan belum adanya kepastian yang bersangkutan benar sebagai Bacaleg atau tidak, karena foto yang dipajang tidak disertai gambar Parpol dan nomor urut, begitu pun untuk calon DPD RI karena saat ini belum ada ketetapan KPU atas Daftar calon tetap (DCT) peserta pemilu.

" Kita belum bisa menyikapi hal ini, karena belum dapat dipastikan foto yang diunggah adalah Bacaleg atau bukan, sebab tidak ada logo partai atau nomor urut", ungkap Edi Martono Ketua Panwaslu Kabupaten Sarolangun, Jum'at (13/7) kepada media ini.

Namun Edi Martono menghimbau siapa pun yang akan mencalonkan diri sebagai Calin legislatif hendaknya menahan diri, karena tahapan sosialisasi dan kampanye dalam rangka Pemilu 2019 masih jauh.

"Saya minta para Bacaleg menahan diri, Tahapan sosialisasi dan kampanye masih jauh. Kampanye dan sosialisasi baru boleh dilakukan  pada 23 September 2018", harap Edi Martono.

Sesuai fungsinya sebagai pengawas pemilu, Edi Martono sudah meminta para unsur Panwaslu untuk melakukan pendekatan persuasif kepada para Bacaleg.

"Kita sudah meminta kepada semua unsur Panwaslu terutama Panwaslu Kecamatan untuk melakukan pendekatan persuasif kepada Bacaleg agar tidak melakukan sosialisasi atau kampanye di Medsos sebelum tahapannya diberlakukan", pungkas Edi Martono.


#Ihsan