Breaking News

90 Koperasi di Sarolangun Tidak Aktif


MWawasan, Sarolangun~ Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Sarolangun mencatat ada sebanyak 287 koperasi yang terdata, namun tidak semua koperasi masih berjalan dengan baik. 

Sebanyak 90 koperasi dinyatakan sudah tidak aktif lagi, dikarenakan berbagai kendala dan penyebab banyaknya koperasi yang tidak beroperasi lagi.

Kabid Koperasi dan UMKM, Sudiono, Kamis (05/7) kemarin, mengatakan bahwa kebanyakan koperasi yang tidak aktif tersebut, dikarenakan tidak lagi ditemukan oleh pihaknya saat turun ke lapangan melakukan pendataan dan pengawasan. 

"Koperasi Di Sarolangun ada sebanyak 287 koperasi, dengan jenis koperasi produsen, konsumen, jasa, simpan pinjam. Koperasi yang tidak aktif ada sebanyak 90 koperasi, artinya hanya 197 koperasi yang masih berjalan. Koperasi yang tidak aktif itu tidak ditemukan, dikarenakan limpahan koperasi dari merangin," katanya.

Dengan tidak aktifnya koperasi tersebut, pihaknya mengusulkan 23 koperasi dari 90 koperasi yang tidak aktif itu untuk dibubarkan alias dibekukan, ke Kementrian Koperasi dan UMKM. "Sudah kami usulkan untuk dibubarkan sebanyak 23 koperasi. Kalau masih bisa dibina maka akan kita bina," katanya lagi.

Pembubaran koperasi tersebut, katanya dalam rangka meningkatkan kualitas perkoperasian di Sarolangun, karena sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo, katanya jumlah koperasi tidak perlu banyak, namun kualitasnya harus ditingkatkan. 

" Program dari kementrian koperasi, bahwa koperasi yang berprestasi ditingkatkan. Kendala koperasi pada umumnya, kalau baru berdiri tidak masalah, tapi ketika sudah mulai ada penghasilan, kepengurusan banyak bermain. SDM nya akan dilakukan oembinaan, administrasi koperasi dan pembukuan," katanya. 

Bahkan jika koperasi itu tertib administasi dan memiliki sistim laporan online serta syarat lengkap, pihaknya akan memberikan rekomendasi agar mendapatkan suntikan modal melalui Lembaga pengelola Dana Bergulir (LPDB) di Kementrian Koperasi. Di Kabupaten Sarolangun saat ini, hanya ada dua koperasi yang mendapatkan bantuan tersebut yakni koperasi di Kecamatan Singkut. 

"Koperasi juga bisa menerima bantuan permodalan, melalui lembaga pengelola dana Bergulir, pinjaman lunak, tapi persayaranyan banyak karena langsung ke pusat. Kalau ada berpeluang maka akan kami rekomendasi, di darolangun hanya ada dua, koperasi di singkut mendapatkan pinjaman LPDB, karena sistim laporannya harus online, dua tahun berturut turut RAT nya," tukasnya.


#iksan