Breaking News

Rosmiwati Benarkan Terjadi Pemotongan Tunjangan di Dinas  TPHP  Sarolangun


MWawasan, Sarolangun~ Tunjangan penghasilan pegawai yang berada di Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan ( TPHP ) Kabupaten Sarolangun Diduga dilakukan pemotongan sepihak oleh pihak dinas terkait.

Kondisi itu tentunya membuat para pegawai merasa kurang terima dengan adanya pemotongan tersebut. Pasalnya menurut salah seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya mengaku, pemotongan itu dinilainya tidak jelas dan tidak melalui musyawarah mupakat seluruh pegawai.

" Bukannya tidak ikhlas, memang pemotongan itu tidak banyak cuma saya melihat ini sepihak, tidak hanya saya saja yang kecewa dengan persoalan ini, hampir mayoritas banyak yang kurang setuju," terangnya, saat di konfirmasi, Senin (  07/05 ).

Saat pemotongan dilakukan kata dia, oknum yang melakukan pemotongan tersebut beralasan uang itu untuk iuran kebutuhan pegawai yang sifatnya mendesak, hanya saja dia mengaku cara yang tidak tepat sebab tidak melalui koordinasi dan duduk bersama sebab hal itu kata dia menyangkut hajat orang banyak.

" Bayangkan sampai hari ini kami selaku staf tidak dapat informasi, mau dikemanakan uang itu , untuk apa, sistem penyimpanan seperti apa itu kami tidak tahu, yang kami tahu uang kami dipotong. Tapi saat pemotongan mereka beralasan untuk kebutuhan mendesak , tapi apapun bentuknya bagi saya perlu juga koordinasi dan duduk bersama dengan kami," Keluhnya.

Tercatat hampir 150 orang pegawai mulai dari pejabat sekelas Kadis, Sekdin, Kabid, Kasi dan staf yang menerima TPP dilakukan pemotongan, kondisi itu juga dibenarkan oleh Rosmiwati Kasubag Keuangan Dinas Pertanian.

" Benar, ada pemotongan cuma pemotongan itu berdasarkan keputusan bersama mulai Sekdin , para Kabid, Kasubag dan Kasi. Memang untuk staf belum ada pertemuan rapat terkait keputusan itu , sebab sudah diwakili bidangnya masing masing," Kata Rosmiwati ditemui di ruang kerjanya.

Rosmiwati menjelaskan, selain keputusan bersama pemotongan itu juga diakuinya berpariasi sesuai dengan kepangkatan dan golongan masing-masing.

" Ada yang 10 dan yang paling besar Pak Kadis dan Sekdin yakni 50. Uang ini digunakan sebagai tabungan jika memang ada kebutuhan mendesak seperti ada kematian, melahirkan, sakit dan tertimpa musibah lainnya, itu semua untuk kebutuhan merekalah," Terangnya tegas.


#iksan